Andi Harun Tanggapi Polemik Permintaan Maaf Rudy Mas’ud yang Viral usai Jumpa Media Pasca 214

Kader Gerindra, Andi Harun

HARIANRAKYAT.CO, SAMARINDA – Kader Partai Gerindra sekaligus Wali Kota Samarinda, Andi Harun memberikan tanggapan terkait polemik pernyataan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud.

Usai gerakan aksi massa 214 di Kaltim, Gubernur dalam jumpa media (22/4/2026) menyamakan analogi pengangkatan adiknya Hijrah di Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) dianalogikan seperti Prabowo Subianto (Presiden RI) dan Hashim Djojohadikusumo Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra dan pengusaha yang sering mendampingi Prabowo dalam berbagai kegiatan politik dan tim transisi.

Pernyataan itu disampaikan Andi Harun saat diwawancarai di Anjungan Karangmumus, Balaikota Samarinda, Jumat (1/5/2026). Ia mengaku baru mengetahui persoalan tersebut setelah berkembang berbagai informasi di media sosial terkait reaksi sejumlah kader Gerindra terhadap pernyataan Rudy Mas’ud saat konferensi pers.

Menurut Andi Harun, Rudy Mas’ud sebenarnya telah menunjukkan itikad baik dengan menyampaikan permintaan maaf setelah muncul berbagai respons dari kader Partai Gerindra. Namun, ia menilai masih terdapat persoalan pada substansi permintaan maaf tersebut karena dalam pernyataan awal Rudy secara langsung menyebut nama Hashim dan Prabowo, sementara dalam klarifikasi berikutnya permintaan maaf disampaikan secara umum kepada pemimpin nasional.

“Saya menghormati pernyataan maaf dari Pak Gubernur atas pernyataan sebelumnya yang menghubungkan sorotan masyarakat terhadap hubungan beliau dengan saudarinya sendiri dengan hubungan antara Pak Hashim dan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Andi Harun.

Ia menilai penggunaan diksi yang terlalu umum dalam permintaan maaf membuat sebagian kader Gerindra menganggap permintaan maaf tersebut belum sepenuhnya personal dan tulus. Karena itu, Andi Harun menyarankan agar Rudy Mas’ud menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Hashim Djojohadikusumo dan Presiden Prabowo Subianto agar polemik tidak semakin meluas.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk meredam reaksi kader Gerindra baik di Kalimantan Timur maupun di tingkat nasional, sekaligus menunjukkan sikap berbesar hati di tengah perhatian publik yang sudah terlanjur besar terhadap persoalan tersebut.

Andi Harun juga menegaskan dirinya meyakini tidak ada niat buruk dalam pernyataan Rudy Mas’ud. Namun karena persoalan itu sudah viral dan menjadi perhatian masyarakat luas, publik dinilai tidak hanya melihat unsur niat, melainkan juga mengamati bagaimana bentuk tanggung jawab dan ketulusan dalam menyelesaikan polemik yang muncul.

Ia berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan secara baik agar situasi kembali tenang dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di internal partai maupun di ruang publik.

“Sebaiknya Permintaan maaf secara personal kepada pak Prabowo dan pak Hashim langsung,” tutupnya mengakhiri. (*)

Bagikan: