HARIANRAKYAT.CO, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat upaya penurunan stunting melalui program berbasis pemenuhan gizi yang mudah dijangkau masyarakat. Salah satunya lewat Gerakan Makan Telur Rebus (Gema Tebus), yang kini tengah didorong Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar untuk diperluas pelaksanaannya hingga ke sekolah-sekolah pada 2026.
Plt Kepala DP3A Kukar, Hero Suprayetno menjelaskan Gema Tebus merupakan bagian dari komitmen Pemkab Kukar dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus menguatkan misi pertama Kukar Idaman Terbaik—yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.
“Ini komitmen kami mendukung MBG. Telur rebus sangat baik kandungan gizinya, sederhana, dan bisa menjadi gerakan masif di masyarakat untuk mencegah stunting,” ujar Hero, Senin (1/12).
Saat ini, Gema Tebus baru dilaksanakan pada kegiatan internal DP3A. Namun mulai 2026, program ini disiapkan untuk diperluas ke sekolah-sekolah agar manfaatnya menjangkau lebih banyak anak, terutama pada masa emas pertumbuhan.
Hero menyampaikan tantangan terbesar dalam perluasan program ini adalah rantai pasok telur. Karena itu, DP3A mulai melakukan sinkronisasi dengan penyedia serta perangkat daerah terkait untuk memastikan ketersediaan pasokan jika gerakan ini diterapkan secara masif.
“Kalau ingin diterapkan di sekolah-sekolah, rantai pasoknya harus disiapkan. MBG saja pasokannya terbatas, jadi perlu sinkronisasi agar Gema Tebus ini bisa berjalan masif,” jelasnya.
Hero menegaskan Gema Tebus sejalan dengan arah pembangunan Kukar Idaman Terbaik di bawah kepemimpinan Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin, yang menempatkan pelayanan pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial sebagai prioritas utama.
“Program ini bagian dari memperkuat misi Kukar Idaman Terbaik, terutama untuk memastikan tumbuh kembang anak kita terjaga dan terhindar dari stunting,” tegasnya.
Dengan langkah ini, Pemkab Kukar menargetkan agar gerakan makan telur rebus dapat menjadi budaya baru di masyarakat—sebagai upaya sederhana namun efektif dalam membangun generasi Kukar yang lebih sehat dan berkualitas. (Adv)





