HARIANRAKYAT.CO, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperkuat langkah pengendalian inflasi dengan memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman serta memperketat pengawasan distribusi di pasar tradisional.
Langkah tersebut mengemuka usai Pemkot Samarinda mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual yang dirangkaikan dengan pembahasan program 3 juta rumah yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kemendagri RI, Tomsi Tohir bersama jajaran pemerintah pusat hingga daerah di seluruh Indonesia. Pada hari Senin, (20/4/2026).
Usai mengikuti arahan pemerintah pusat, Asisten II Setda Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, langsung memimpin rapat internal bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk merumuskan langkah strategis di lapangan. Fokus utama diarahkan pada penguatan stok pangan dan stabilisasi harga di tingkat pasar.
Dirinya menekankan optimalisasi “Toko Inflasi” yang tersebar di sejumlah pasar utama, seperti Pasar Dama, Pasar Merdeka, Pasar Baqa, dan Pasar Segiri.
“Inflasi bisa datang secara tiba-tiba dan tidak bisa diprediksi sepenuhnya. Karena itu, pertahanan stok kita harus kuat,” Ungkap Marnabas.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) RI, inflasi April 2026 tercatat sebesar 0,41 persen secara bulanan. Sejumlah komoditas seperti tarif listrik, emas perhiasan, cabai merah, dan minyak goreng masih menjadi penyumbang inflasi.
Sementara itu, pantauan Dinas Perdagangan Kota Samarinda menunjukkan kenaikan harga pada beras, minyak goreng, daging, tomat, dan ikan tongkol, meski harga bawang merah dan cabai mulai mengalami penurunan.
Untuk menjaga stabilitas pasokan, Pemkot Samarinda juga mengantisipasi potensi penyimpangan distribusi dengan membatasi pembelian maksimal dua item barang sejenis per orang.
Selain itu, Marnabas menambahkan bahwa pemerintah segera menjadwalkan Operasi Pasar Murah (OPM) sebagai langkah intervensi untuk menekan lonjakan harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap merata di masyarakat.
“Inflasi bisa datang secara tiba-tiba dan tidak bisa diprediksi sepenuhnya. Karena itu, pertahanan stok kita harus kuat,” Tutupnya. (ADV)





