HARIANRAKYAT.CO. SAMARINDA – Gelaran akbar Musabaqoh Tilawatil Quran dan Hadist (MTQH) tingkat Provinsi Kaltim 2026 tengah dipersiapkan. Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tahun 2026 didapuk menjadi tuan rumah kegiatan.
Ketua Panitia Musabaqoh Tilawatil Quran dan Hadist (MTQH) tahun 2026 di Tenggarong kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Sunggono mengatakan Pemkab Kukar, mempersiapkan dengan baik, Sekda Sunggono menyampaikan kesiapannya sebagai panitia penyelenggara MTQ kepada pemprov kaltim ke XLVI.
“Kukar siap saja melaksanakan, prinsipnya eksebisi sudah lebih dulu selesai,” kata Sunggono di kantor Sekretariat LPTQ Kaltim, Jalan Awang Long, kota Samarinda, Selasa (7/7/2026).
Sementara itu kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Sekdaprov Kaltim, Dasmiah menyampaikan hasil pertemuan bersama lintas sektor.
“Tanggal sudah ditetapkan dalam rakor kabupaten kota, tgl 3 s-d 12 Desember, kesiapan pada anggaran kabupaten kota yang bisa di anggaran perubahan,” imbuhnya.
Lebih lanjut kata Dasmiah, Pemrov Kaltim meminta pemkab kukar menggelar Ekspos kesiapan. Selain itu, MTQ Provinsi di Kukar adalah pertama kalinya dilaksanakan dengan digabung sama hadis, karya tulis hadis.
Pemprov memberikan masukan kepada Pemkab Kukar punya agenda untuk MTQ, logo, 580 peserta ditambah pendamping, serta official.
“Selama kegiatan, UMKM di Tenggarong akan ikut berputar ekonomi-nya, karena diikuti kabupaten dan kota se Kaltim,” ungkapnya.
MTQH diharapkan bisa menjadi ajang menggali calon khafilah Kaltim, dari juara 1 sampai 3, mengikuti ajang tingkat nasional di MTQ Nasional ke 32 di Jakarta.
“Dengan program intensif persiapan TC 10 bulan,” terangnya.
Ditengah kondisi keuangan daerah yang belum stabil. Dasmiah optimis pemerintah provinsi Kaltim tetap memprioritaskan MTQH di Tenggarong Kukar bisa menjadi wadah pengembangan generasi madani inisiatif dan kerangka nilai yang bertujuan untuk membentuk individu yang holistik, berakhlak mulia, berilmu, berintegritas, dan progresif, didasarkan pada tata nilai kemajuan, kesejahteraan, dan tanggung jawab sosial untuk menciptakan masyarakat yang seimbang dan berdaya saing global.
“Yang penting adalah pembinaan juara MTQ ini menyokong generasi empatik, ” pungkasnya. (Er)





