Dukung Program Pusat, Pemkab Kukar Siapkan 8,5 Hektare untuk Sekolah Rakyat

Teks Foto : Plt Kepala Dinas Sosial Kukar, Yuliandris

HARIANRAKYAT.CO, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan dukungan penuh terhadap pembangunan Sekolah Rakyat, salah satu proyek strategis nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kukar ditetapkan sebagai salah satu lokasi pembangunan sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, dengan lahan seluas 8,5 hektare disiapkan di Kelurahan Loa Ipuh Darat, Kecamatan Tenggarong.

Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kukar, Yuliandris, mengatakan proses sertifikasi lahan kini tengah diproses oleh Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (DPPR). Pemenuhan legalitas ini merupakan syarat utama agar pemerintah pusat dapat memulai pembangunan fisik pada 2026.

Baca juga  DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Mitigasi Bencana Pasca Kebakaran Big Mall

“Saat ini lahan yang ada di Kelurahan Loa Ipuh Darat sedang berproses, mudah-mudahan tahun ini atau awal tahun depan sudah bisa dilakukan sertifikasi. Karena dari pusat meminta lahan itu harus benar-benar clear and clean,” ujarnya.

Sekolah Rakyat dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang menggabungkan jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan fasilitas asrama. Konsep ini memastikan anak-anak dari keluarga miskin memperoleh layanan pendidikan sekaligus pemenuhan kebutuhan dasar.

“Kalau mereka diasramakan di Sekolah Rakyat, semuanya dijamin mulai dari gizi, tempat tidur, hingga kebutuhan lainnya. Artinya anak-anak dari keluarga kurang mampu itu kita muliakan,” tegas Yuliandris.

Baca juga  Ribuan Miras Ilegal Dimusnahkan di Kukar

Ia menjelaskan, Dinsos Kukar akan berkoordinasi dengan Kemendikdasmen dan Dinas Pendidikan Kukar terkait ketersediaan guru, sementara tenaga pengasuh akan direkrut melalui mekanisme yang selama ini digunakan pemerintah pusat. Pendamping PKH, termasuk yang berasal dari Kukar, berpeluang mengisi peran tersebut.

“Kalau kita lihat Sekolah Rakyat rintisan di Samarinda, pengasuhnya diambil dari pendamping PKH. Termasuk dari Kukar, ada 16 orang pendamping PKH yang ditarik untuk menjadi pengasuh di sana,” ungkapnya.

Baca juga  Bupati Aulia dan Wabup Rendi Tinjau Program RT hingga Resmikan Masjid Besar di Muara Jawa

Yuliandris berharap keberadaan Sekolah Rakyat di Kukar benar-benar menjadi sarana pendidikan inklusif yang memberi kesempatan luas bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk berkembang.

“Harapan saya, Sekolah Rakyat ini bisa dinikmati oleh anak-anak dari keluarga miskin. Sehingga mereka bisa terpenuhi kebutuhan pendidikannya dan kebutuhan gizinya,” tutupnya.

Pembangunan Sekolah Rakyat di Kukar diproyeksikan menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kualitas SDM daerah, sejalan dengan agenda nasional pengentasan kemiskinan dan pemerataan pendidikan. (adv)

Bagikan: