HARIANRAKYAT.CO, SAMARINDA – Serie A kembali menghadirkan drama khas sepak bola Italia. Musim 2025/2026 memunculkan tiga kekuatan utama yang saling sikut di jalur perebutan gelar: Napoli, Inter Milan, dan AS Roma. Ketiganya menunjukkan karakter permainan yang berbeda, tapi punya satu tujuan sama — menjadi raja Italia.
Napoli: Konsistensi Tak Tergoyahkan
Napoli masih menjadi tim paling konsisten di awal musim ini. Di bawah kepemimpinan Luciano Spalletti, Partenopei tetap setia pada filosofi sepak bola menyerang dengan transisi cepat dan pressing tinggi. Kemenangan meyakinkan 2-0 atas Cagliari menjadi bukti Napoli belum kehilangan tajinya sebagai juara bertahan.
Victor Osimhen tetap menjadi mesin gol utama, didukung kreativitas Piotr Zieliński dan keseimbangan lini tengah dari Stanislav Lobotka. Konsistensi permainan dan kedalaman skuat membuat Napoli tetap menjadi favorit kuat untuk mempertahankan gelar.
Inter Milan: Nerazzurri Bangkit dengan Kekuatan Baru
Inter Milan kembali menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah awal musim yang naik-turun. Simone Inzaghi berhasil meramu timnya kembali ke jalur kemenangan dengan permainan taktis dan kolektif. Kemenangan beruntun atas Cagliari (2-0) di liga dan Slavia Praha (3-0) di Liga Champions menjadi sinyal bahwa Nerazzurri belum habis.
Lautaro Martínez memimpin barisan depan dengan ketajaman luar biasa, sementara Nicolo Barella menjadi motor permainan di lini tengah. Di sisi belakang, kombinasi Bastoni dan Pavard memberi rasa aman. Jika mampu mempertahankan konsistensi, Inter bisa menjadi ancaman nyata bagi Napoli hingga akhir musim.
AS Roma: Proyek Ambisius yang Mulai Menjadi Ancaman
Di ibu kota Italia, AS Roma sedang membangun sesuatu yang serius. Di bawah asuhan Daniele De Rossi, Giallorossi menunjukkan kemajuan pesat dan kini mulai diperhitungkan dalam perebutan scudetto. Mereka tampil lebih agresif dan terorganisir, dengan pressing tinggi dan lini serang yang semakin produktif.
Paulo Dybala menjadi jantung kreativitas Roma, sementara Tammy Abraham dan Romelu Lukaku memimpin lini depan dengan ketajaman dan pengalaman. Tambahan pemain muda seperti Edoardo Bove dan Nicola Zalewski memberi energi baru pada skuat.
Meski sempat kehilangan poin di laga awal, Roma kini menunjukkan tren positif dan menjadi ancaman nyata bagi dua kekuatan besar lainnya. Kombinasi strategi, kedalaman skuat, dan motivasi tinggi membuat mereka berpotensi menjadi dark horse musim ini.
Pertarungan Sampai Garis Akhir
Dengan performa yang semakin panas dan jarak poin yang tipis, pertarungan Serie A musim ini diprediksi berlangsung hingga pekan terakhir. Napoli unggul dalam stabilitas, Inter mengandalkan kedalaman skuat dan pengalaman, sementara AS Roma datang sebagai kekuatan baru yang tak bisa dipandang sebelah mata.
Serie A 2025/2026 bukan sekadar soal siapa yang terkuat, tetapi siapa yang paling siap menjaga ritme hingga akhir. Satu hal pasti: sepak bola Italia kembali menjadi panggung epik penuh strategi, tensi, dan kejutan. (*)





