Lewat Executive Meeting, Pemkab Kukar Mantapkan Pentahelix dalam RPJMD Idaman Terbaik

Visi lima tahunan Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin yang tertuang dalam RPJMD ini menekankan fondasi pangan, pariwisata, dan industri hijau yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

HARIANRAKYAT.CO, TENGGARONG – Semangat kolaborasi menjadi mantra utama Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) dalam mewujudkan Kukar Idaman Terbaik. Visi lima tahunan Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin yang tertuang dalam RPJMD ini menekankan fondasi pangan, pariwisata, dan industri hijau yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Tidak hanya bergantung pada pemerintah, keberhasilan program ini mengandalkan model kerja pentahelix, yaitu sinergi antara pemerintah, akademisi, media, masyarakat, dan dunia usaha.

Gagasan ini dikokohkan melalui Executive Meeting bersama direksi perusahaan, khususnya yang bergerak di sektor pertambangan, perkebunan, dan kehutanan. Kegiatan yang digelar di Ballroom Hotel Fugo Samarinda, Jumat (28/11/2025), lebih dari sekadar pertemuan, tetapi juga menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan kemitraan strategis antara pemerintah dan dunia usaha.

Baca juga  Kukar Bentuk Tim Verifikasi Ganti Rugi Lahan di HGU PT BDA

Bupati Aulia Rahman Basri menekankan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan. “Pertemuan ini bukan hanya untuk diskusi formal, tapi juga memperkuat semangat pentahelix. Dunia swasta adalah mitra strategis yang harus selaras dengan program pemerintah, termasuk TJSP (Tanggung Jawab Sosial Perusahaan),” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Pemkab Kukar meluncurkan CSR Award ke-5, serta memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang aktif membina sekolah penerima Adiwiyata, program Kalpataru, hingga program Kampung Iklim. Langkah ini menunjukkan bahwa penghargaan bukan sekadar formalitas, tapi sebagai pengakuan nyata atas kontribusi dunia usaha terhadap pembangunan daerah.

Baca juga  Warga Timbau Kukar Protes Lapangan Bola Dibangun Gedung Koperasi Desa Merah Putih

Kegiatan ini juga diwarnai penyerahan sertifikat Hasil Penilaian Usaha Perkebunan Tahun 2024 dan 2025 dengan predikat Baik dan Baik Sekali, serta simbolis bantuan dana TJSL dari perusahaan untuk pengendalian inflasi melalui Kios Pangan Masjid Agung AM Sulaiman dan Kios Pangan Unikarta.

Selain itu, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama pembangunan jalan dari Kecamatan Muara Kaman ke Kecamatan Muara Bengkal di Kutai Timur, serta penandatanganan komitmen kemitraan usaha antara perusahaan besar dengan UMKM, BUMDes, dan koperasi lokal. Semua langkah ini sejalan dengan prinsip pentahelix yang mendorong kerja sama lintas sektor.

Baca juga  Jembatan Sebulu Jadi Prioritas, Pemkab Kukar Upayakan Pengalihan Pendanaan ke Pusat

Integrasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi strategi penting agar program Kukar Idaman Terbaik dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat di 20 kecamatan, 193 desa, dan 44 kelurahan.

Aulia menegaskan bahwa saat ini bukan waktunya bekerja sendiri-sendiri. “Sekarang saatnya bersinergi. Semua pihak memiliki satu tujuan: mewujudkan Kukar Idaman Terbaik yang manfaatnya menyentuh langsung masyarakat,” tegas Bupati.

Dengan pendekatan pentahelix ini, Pemkab Kukar berharap setiap program, dari TJSP hingga pembangunan infrastruktur, dapat berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran, memastikan manfaat pembangunan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. (adv)

Bagikan: