HARIANRAKYAT.CO, TENGGARONG – Rencana pembangunan kolam retensi di kawasan perbatasan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kota Samarinda berlanjut pada tahap koordinasi antar pemerintah daerah.
Pemerintah memastikan penentuan lokasi dan teknis pengembangan akan dibahas lebih lanjut melalui peninjauan lapangan bersama.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan komunikasi antar kepala daerah telah dilakukan, namun pembahasan tidak bisa diselesaikan hanya dalam satu pertemuan.
Ia mengakui telah bertemu dengan pihak Pemkab Kukar dan akan menjadwalkan pertemuan lanjutan, guna mematangkan rencana kerja sama pembangunan kolam retensi di kawasan perbatasan.
“Sudah pernah bertemu, tetapi tidak bisa hanya satu kali pertemuan. Setelah itu akan diagendakan berlanjut pembahasannya,” katanya (20/2/2026).
Sementara itu, Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri ditemui media ini hari Minggu (22/2/2026) menyampaikan progres pembangunan kolam retensi membutuhkan waktu, karena harus melalui tahapan koordinasi lintas wilayah dan desa terkait.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan titik lokasi yang tepat sebelum masuk tahap lanjutan.
“Insya Allah nanti kita butuh waktu untuk bersama-sama ke lapangan, menentukan lokasi mana yang akan menjadi titik koordinasi dengan desa-desa terkait. Saat ini masih tahap koordinasi,” ujar saat safari ramadan di Desa tanah Datar, Kecamatan Muara Badak.
Pembangunan kolam retensi rencananya di salah satu desa dari tiga desa yang berbatasan dengan Sungai Siring Samarinda. Hal ini dinilai penting sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir dan penataan kawasan perbatasan yang berdampak pada kedua daerah. (*)





