Desa Jongkang Bakal Dibangun Sekolah Polisi Bertaraf Internasional

Teks Foto : Desa Jongkang, Kecamatan Loa Kulu

HARIANRAKYAT.CO, TENGGARONG — Ketika pusat Kota Tenggarong mulai dipadati aktivitas dan ruang tumbuh semakin terbatas, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memilih langkah visioner: membuka poros ekonomi baru di kawasan sekitar. Dari berbagai titik potensial, Desa Jongkang di Kecamatan Loa Kulu menjadi kandidat terkuat—sebuah wilayah yang kini digadang-gadang bertransformasi menjadi kota baru modern.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri melihat Jongkang sebagai kawasan penyangga masa depan. Letaknya hanya sekitar 30 menit dari Kota Samarinda, menjadikannya pintu gerbang strategis yang dapat menopang pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurai konsentrasi pembangunan dari Tenggarong yang kian ramai.

Baca juga  Aulia Rahman Basri Resmi Kader Partai Gerindra

Aulia menegaskan bahwa geliat ekonomi sebenarnya sudah terlihat di wilayah Jongkang. “Jongkang ini lokasinya sangat strategis. Industri seperti galangan kapal sudah berjalan. Ke depan akan kami siapkan titik-titik untuk pengembangan kawasan baru,” ujarnya.

Menurut Aulia, rencana awal membangun pelabuhan peti kemas di Jongkang terpaksa bergeser setelah kajian teknis menunjukkan sejumlah kendala. Namun, evaluasi itu tidak menyurutkan semangat Pemkab Kukar. Fokus kini diarahkan pada pembangunan kota baru yang menonjolkan sektor perdagangan, pelayanan publik modern, dan konektivitas ekonomi.

Baca juga  Kadisdukcapil Ungkap Fakta Pertumbuhan Penduduk Samarinda Pasca Lebaran

Dengan posisi Jongkang sebagai jalur logistik penting dan memiliki hamparan lahan luas, peluang untuk membangun pusat komersial dan fasilitas publik terbuka lebar. Aulia menyebut bahwa selama kawasan ini ditata secara teratur dan terarah, Jongkang berpotensi menjadi akselerator ekonomi di luar Tenggarong.

Di jalur ini pula, berbagai fasilitas baru direncanakan berdiri. “Akan ada sekolah Bhayangkari bertaraf internasional. Belum lagi RSUD AM Parikesit yang sudah berstandar internasional. Semua ini menjadi bagian dari pengembangan kawasan,” tutur Aulia penuh optimisme.

Seiring peningkatan infrastruktur konektivitas, transformasi Jongkang menjadi kawasan perekonomian baru tinggal menunggu waktu. Pemerintah meyakini kombinasi lokasi strategis, potensi lahan, dan akses logistik akan mempercepat tumbuhnya pusat-pusat aktivitas masyarakat.

Baca juga  Sekda Kukar Tinjau Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat di Muara Badak

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Kukar dalam menyebar pembangunan agar tidak hanya terpusat di Tenggarong, melainkan mengalir hingga ke kawasan penyangga. Diversifikasi ini diharapkan menciptakan pemerataan ekonomi dan peluang baru bagi warga.

“Kami ingin arus perekonomian yang dulu hanya bertumpu di Tenggarong, sekarang bergerak ke jalur ini juga,” tutup Aulia. (adv)

Bagikan: