HARIANRAKYAT.CO, TENGGARONG – Momentum Ramadan dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk memperkuat sinergi pengelolaan zakat dan pemberdayaan masyarakat.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kukar serta sejumlah badan usaha menggelar buka puasa bersama dengan jamaah Kaum dhuafa, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung hangat itu menjadi ajang memperkuat komitmen berbagai pihak dalam mengoptimalkan potensi zakat di Kukar, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan keumatan.
Ketua DMI Kukar, Edy Damansyah menyampaikan optimismenya masjid di Kukar tidak hanya terawat secara fisik, tetapi juga mampu menjadi pusat kegiatan ibadah, pemberdayaan masyarakat hingga penguatan ekonomi umat.
“Masjid tidak hanya terawat bangunannya, tetapi kegiatan ibadah dan pemberdayaan ekonomi umat juga bisa kita wujudkan sesuai dengan situasi dan kondisi di Kukar. Solusi hati, masjid di hati menjadi semangat yang terus kita gaungkan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengungkapkan potensi zakat di Kukar sangat besar. Berdasarkan kajian, potensi zakat di daerah ini diperkirakan mencapai Rp1,6 triliun, namun yang tercatat oleh Baznas Kukar pada 2025 baru sekitar Rp9,6 miliar.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong agar zakat penghasilan, khususnya dari para pekerja perusahaan yang beroperasi di Kukar, dapat disalurkan melalui Baznas.
“Kami berharap zakat mal dari gaji pekerja bisa dipotong melalui sistem perusahaan dan disalurkan ke Baznas Kukar. Nantinya zakat ini akan kembali disalurkan untuk pemberdayaan masyarakat, terutama di wilayah ring satu perusahaan,” ujar Aulia.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut telah memiliki payung hukum melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Zakat.
Menurutnya, sistem ini akan terintegrasi dengan program pengentasan kemiskinan yang dijalankan Pemkab Kukar, salah satunya melalui Rumah Besar Penanggulangan Kemiskinan (RBPK) serta program strategis seperti Kukar Sehat, Kukar Peduli, Bedah Rumah (RTLH), serta Zakat Community Development.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Kukar saat ini tercatat sekitar 54 ribu jiwa.
“Kami menjamin zakat yang disalurkan melalui Baznas akan sampai kepada masyarakat yang berhak menerima secara transparan dan terbuka. Spiritnya adalah mengurangi angka kemiskinan di sekitar wilayah operasi perusahaan,” tegasnya.
Bupati juga menilai sektor migas, pertambangan dan perkebunan memiliki potensi besar dalam pengumpulan zakat. Dengan sistem yang terorganisir serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, ia optimistis potensi zakat tersebut dapat dimaksimalkan.
“Jika semakin banyak pekerja yang berzakat, maka semakin besar pula manfaat yang bisa dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Ketua Baznas Kukar, M. Shafik Avicenna mengatakan, pihaknya pada Ramadan 1447 Hijriah turut menjalankan berbagai program sosial yang selaras dengan program pemerintah daerah.
Baznas Kukar menyiapkan sekitar 1500 paket sembako yang disalurkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di kecamatan. Selain itu juga menjalankan program “Hidangan Berkah Ramadan” bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan untuk menyalurkan sekitar 2.000 paket makanan ke pesantren.
Baznas Kukar juga terus menjalankan program rumah layak huni yang menyasar sejumlah kecamatan seperti Tabang, Kembang Janggut, Kenohan, Samboja, Sanga-sanga, Muara Wis hingga Kota Bangun.
Shafik menyebut kepercayaan masyarakat terhadap Baznas terus meningkat sejak diberlakukannya Perda Nomor 3 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Zakat.
“Pengumpulan zakat meningkat dua kali lipat. Tahun 2024 sekitar Rp4,6 miliar, sementara 2025 mencapai Rp9,6 miliar. Ini menunjukkan kepercayaan ASN dan masyarakat semakin tinggi,” jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan Pusat Kajian Strategis Baznas tahun 2022, potensi zakat penghasilan di Kukar mencapai sekitar Rp1,2 triliun. Sementara jika ditambah zakat dari sektor pertanian, perdagangan dan lainnya, total potensi mencapai Rp1,6 triliun.
Saat ini, dari potensi zakat ASN saja diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp 25 miliar per tahun.
“Karena itu kami berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kukar juga dapat menyalurkan zakat karyawan melalui Baznas Kukar,” ujarnya.
Agar program bisa berjalan, dan sesuai dengan yang diharapkan. Baznas berharap, Bupati Kukar bisa mengeluarkan peraturan untuk tugas pokok dan fungsi baznas, dalam mengelola zakat mal dari setiap gaji pekerja yang tunaikan. Baik itu Peraturan Bupati, Instruksi Bupati atau Surat Keputusan Bupati sangat diperlukan Baznas Kukar dalam menarik zakat.
“Yang pasti peraturan itu tertulis, itu yang kami tunggu,”
Dukungan juga datang dari sektor industri migas. Kepala SKK Migas Kalimantan Sulawesi (Kalsul), Azhari Idris, mengatakan pihaknya bersama para kontraktor yang beroperasi di wilayah Kukar rutin menjalankan program sosial selama Ramadan.
Menurutnya, perusahaan seperti Pertamina Hulu Mahakam (PHM), PHSS, serta perusahaan multinasional seperti ENI dari Italia turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial bagi masyarakat.
“Setiap tahun kami memiliki program hubungan kelembagaan. Tahun ini lebih dari 600 paket sembako untuk anak yatim dan masyarakat menerima bantuan melalui kegiatan anjangsana Ramadan,” ujarnya.
Ia juga menyambut baik arahan Bupati Kukar terkait penyaluran zakat pekerja melalui Baznas Kukar.
“Kami akan menindaklanjuti hal ini dengan berdiskusi bersama Baznas dan pihak perusahaan, termasuk melihat implementasinya di masing-masing perusahaan,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga membuka peluang kolaborasi dengan DMI dalam program pemberdayaan masyarakat melalui masjid.
“Masjid tidak hanya dimakmurkan, tetapi juga harus mampu memakmurkan masyarakat sekitarnya. Ini bisa kita dorong melalui program pengembangan masyarakat,” pungkasnya.





