HARIANRAKYAT.CO, SAMARINDA – Upaya meningkatkan kualitas hidup lanjut usia terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Salah satunya melalui pembukaan Sekolah Lansia St. Matilda di Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir, yang diharapkan mampu mencetak lansia SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat).
Program yang digagas Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda ini secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, di Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Mangkupalas, Jumat (10/4/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, perwakilan BKKBN, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Wakil Walikota Samarinda, Saefuddin Zuhri, memberikan apresiasi kepada para peserta yang tetap bersemangat belajar di usia lanjut. “Sekolah lansia bukan hanya tempat belajar dalam arti sempit, tetapi juga ruang bertumbuh, ruang berbagi pengalaman, ruang saling menguatkan, serta ruang untuk meneguhkan bahwa usia lanjut tetap dapat dijalani secara aktif, sehat, produktif, dan bermartabat,” ungkapnya.
Saefuddin Zuhri juga berharap program ini mampu melahirkan lansia yang tangguh, mandiri, dan sejahtera. Selain itu, Sekolah Lansia juga diharapkan mendorong peran aktif para lansia dalam kehidupan sosial, termasuk menjadi sumber teladan dan inspirasi bagi generasi muda, sehingga pembangunan daerah dapat berjalan lebih inklusif dan berkelanjutan.
Kepala DPPKB Kota Samarinda, Deasy Apriani, menjelaskan Sekolah Lansia merupakan program strategis berbasis edukatif dan promotif untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Dirinya menyebut, kehadiran Sekolah Lansia St. Matilda merupakan inisiatif masyarakat yang mencerminkan kolaborasi kuat antara pemerintah dan komunitas lokal.
“Program ini diikuti oleh 30 peserta yang tergabung dalam kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) Kelurahan Mangkupalas. Kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai 10 April hingga 25 Juni 2026, dengan berbagai materi yang berfokus pada kesehatan, kemandirian, serta peningkatan kapasitas diri lansia,” jelas Deasy.
Sementara itu, Pastor Benediktus Indra Praptono menyampaikan rasa syukur atas hadirnya Sekolah Lansia St. Matilda. Menurutnya program ini menjadi wadah penting bagi para lansia untuk tetap berkembang dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna.
“Belajar tidak mengenal usia. Justru di masa ini kita memiliki waktu emas untuk berbagi keceriaan, mendalami iman, merawat kesehatan jiwa dan raga, serta mempererat silaturahmi,” tutupnya. (ADV)





