Proyek Waste to Energy di TPA Sambutan Dilirik, Wali Kota Andi Harun Selektif Pilih Investor

Wali Kota Samarinda Kunjungi Fasilitas Insinerator di Samarinda Seberang.

HARIANRAKYAT.CO, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengakui pembangunan 10 unit insinerator belum mampu mengatasi seluruh persoalan sampah di kota tersebut.

Pasalnya, produksi sampah yang telah melampaui 600 ton per hari menjadi tantangan utama yang mendorong pemerintah menyiapkan solusi pengolahan skala besar.

Hal ini diungkapkan Walikota Samarinda, Andi Harun. Dirinya menyampaikan kapasitas fasilitas yang ada saat ini masih jauh dari kebutuhan penanganan sampah harian.

“Tentu belum cukup, karena sampah kita lebih dari 600 ton per hari,” ungkap Andi Harun, Selasa (31/3/2026).

Baca juga  Kekuasaan Mendahului Hukum, Sengketa Yayasan Melati dan Pemprov Kaltim Guncang Pendidikan Siswa

Sebagai langkah jangka panjang, Andi Harun merencanakan pembangunan fasilitas pengolahan sampah berkapasitas besar di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sambutan.

Bahkan sejumlah teknologi tengah dipertimbangkan, mulai dari insinerator skala besar hingga sistem pengolahan berbasis energi (waste to energy).

Selain itu, AH sapaan karibnya menilai salah satu opsi yang dikaji adalah pembangunan insinerator dengan kapasitas sekitar 100 ton per delapan jam, atau teknologi yang mampu mengubah sampah menjadi energi listrik.

Baca juga  BK DPRD Kaltim Mediasi Pelapor Tangani Etik AG

“Kita siapkan kemungkinan insinerator besar dengan kapasitas sekitar 100 ton per delapan jam, atau pengolahan berbasis energi seperti listrik,” ucapnya.

Proyek tersebut membutuhkan investasi besar sehingga Pemkot membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta. Langkah ini diambil agar pembiayaan tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Saat ini ada beberapa pihak yang serius, termasuk perusahaan dari Malaysia, perusahaan dalam negeri, dan juga dari Danantara,” jelas Andi Harun.

Baca juga  Partai Buruh Kukar Desak Aulia–Rendi Fokus pada Agenda Rakyat

Kendati demikian, Orang nomor satu di kota Samarinda itu menambahkan pihaknya masih melakukan kajian terhadap calon mitra yang berminat. Penilaian tidak hanya didasarkan pada minat investasi, tetapi juga kredibilitas dan komitmen jangka panjang.

“Kita tidak hanya melihat minat, tapi juga bonafitas dan keseriusan mitra. Ini akan menggunakan pendekatan bisnis ke bisnis yang saling menguntungkan,” tutup Andi Harun. (ADV)

Bagikan: