Penghargaan Panji Arindama Utama : Kerja Sunyi Pemkab Kutai Kartanegara

‎HARIANRAKYAT.CO, SAMARINDA – Pagi itu, Stadion Gelora Kadrie Oening tidak hanya dipenuhi barisan upacara.

‎Ada rasa bangga yang mengalir pelan di antara langkah-langkah peserta peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (9/1/2026). Di bawah langit Samarinda, sebuah panji kembali dikibarkan—Panji Penghargaan Arindama Utama—membawa cerita tentang kerja yang sering kali tak terlihat.

‎Saat Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud menyerahkan panji tersebut kepada Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, momen itu seolah merangkum perjalanan panjang sebuah daerah. Tepuk tangan bergema, namun makna penghargaan itu jauh melampaui seremoni. Arindama Utama bukan tentang satu hari perayaan, melainkan tentang hari-hari yang dilalui dengan kerja, keputusan, dan komitmen.

‎Penghargaan Arindama Utama dikenal sebagai salah satu apresiasi paling prestisius di Kalimantan Timur. Setiap tahun, panji ini diberikan kepada kabupaten dan kota yang dinilai berhasil mengelola pembangunan secara berkelanjutan—mulai dari sektor ekonomi, pertanian, hingga pembangunan wilayah perdesaan. Ia menjadi cermin sejauh mana kebijakan menyentuh kehidupan masyarakat.

‎Bagi Bupati Aulia Rahman Basri, panji itu adalah milik banyak orang. Bukan hanya pemerintah daerah, tetapi juga petani di sawah, nelayan di pesisir, aparatur desa, hingga warga yang sabar menunggu perubahan.

‎“Ini bukan hasil kerja satu atau dua orang. Ini kerja bersama. Kerja yang mungkin tidak selalu terlihat, tapi dirasakan,” ucapnya pelan usai upacara.

‎Tahun ini, Kutai Kartanegara dinilai unggul pada bidang ketahanan pangan dan pertanian, pembangunan perkebunan, pembangunan wilayah perdesaan, serta pembangunan ekonomi. Di sektor-sektor itulah denyut kehidupan masyarakat Kukar bergerak setiap hari—mengolah lahan, menjaga produksi, dan menumbuhkan harapan.

‎Capaian Kukar juga terlihat pada bidang pembangunan kesehatan, kelautan dan perikanan, serta kehutanan yang menempatkannya pada peringkat terbaik kedua. Sementara pada pembangunan investasi daerah, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta peternakan, Kukar berada di posisi terbaik ketiga. Sebuah gambaran tentang pembangunan yang berjalan menyeluruh, meski masih menyisakan pekerjaan rumah.

‎Di sudut lain upacara, kabar baik juga datang dari Kecamatan Samboja Barat. Camat Burhanuddin meraih peringkat kedua Camat Berprestasi se-Kalimantan Timur. Sebuah penghargaan yang sederhana, namun bermakna besar bagi wajah birokrasi di tingkat paling dekat dengan masyarakat.

‎“Ini penanda bahwa birokrasi di kecamatan berjalan ke arah yang benar. Pelayanan publik yang baik selalu lahir dari kerja yang konsisten,” kata Bupati Aulia.

‎Bagi Kutai Kartanegara, Arindama Utama bukanlah tujuan akhir. Panji itu justru menjadi pengingat agar pemerintah tidak berpuas diri. Bahwa setiap penghargaan membawa tanggung jawab baru: menjaga kepercayaan dan memastikan pembangunan benar-benar menghadirkan kesejahteraan.

‎Saat upacara usai dan stadion kembali lengang, Panji Arindama Utama tetap berkibar. Ia menyimpan kisah tentang kerja sunyi, tentang orang-orang yang mungkin tak pernah berdiri di podium, namun ikut menggerakkan Kutai Kartanegara menuju masa depan yang lebih baik. (*)

Baca juga  Kepala Daerah Kaltim Terpilih Rudy - Seno Ikuti Gladi Bersih

Bagikan: