Jelang Rakernas PDI Perjuangan, Ananda Emira Moeis Tegaskan Target Politik Kaltim 2029

Lambang PDI Perjuangan

HARIANRAKYAT.CO, SAMARINDA – PDI Perjuangan Kalimantan Timur mulai mematangkan langkah strategis menghadapi kontestasi politik 2029. Menjelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan yang akan digelar di Beach City International Ancol (BCIA), Jakarta, pada 10–12 Januari 2026, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menegaskan arah dan target besar partai berlambang banteng tersebut.

Rakernas PDI Perjuangan tahun ini akan dibuka secara khusus pada hari pertama dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PDI Perjuangan ke-53, menjadi momentum konsolidasi ideologis sekaligus pemantapan strategi nasional menuju Pemilu 2029.

Fokus Awal: Menangkan Pileg 2029

Ananda menegaskan, langkah awal PDI Perjuangan menuju 2029 adalah memastikan kemenangan pada Pemilu Legislatif (Pileg). Menurutnya, kekuatan politik partai harus dimulai dari parlemen.

“Target politik kita ke depan jelas. 2029 kita fokus dulu di Pileg. Ketua DPRD harus dari kader PDI Perjuangan,” tegas Ananda saat dikonfirmasi (7/1/2026).

Ia menambahkan, dominasi di legislatif menjadi fondasi penting untuk memastikan arah kebijakan pro-rakyat dapat diwujudkan secara konkret.

Sebagaimana diketahui, saat ini PDI P meraih sembilan kursi di DPRD Kaltim menjadikannya peringkat ketiga. Gerindra 10 dan Golkar 15 kursi.

Gubernur Harus dari Kader

Tak hanya di legislatif, PDI Perjuangan Kaltim juga memasang target besar di eksekutif. Ananda menyatakan, kursi Gubernur Kalimantan Timur harus diisi oleh kader PDI Perjuangan.

“Untuk gubernur, tentu kita ingin dari kader sendiri,” ujarnya.

Kader Diminta Terus Turun ke Masyarakat

Menjelang Rakernas, Ananda mengingatkan seluruh kader PDI Perjuangan di Kalimantan Timur untuk terus turun ke masyarakat, memperkuat hubungan emosional, dan hadir langsung dalam menyelesaikan persoalan rakyat.

“Kita minta semua kader terus turun ke bawah, menyapa masyarakat, mendengar langsung keluhan mereka,” katanya.

Menurut Ananda, pendekatan ini menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus mengukur kekuatan riil partai di lapangan.

Elektabilitas Jadi Salah Satu Pertimbangan

Terkait figur-figur yang akan diusung pada 2029, Ananda menegaskan partai tidak akan gegabah. Salah satu instrumen penting yang akan digunakan adalah survei elektabilitas, meski bukan satu-satunya faktor penentu.

“Nanti kita lihat, salah satunya lewat survei untuk melihat elektabilitas,” ungkapnya.

Namun ia menekankan, PDI Perjuangan tidak hanya mencari figur populer, melainkan pemimpin yang benar-benar diterima oleh rakyat.

“Yang pasti, kita ingin pemimpin yang dicintai dan dikehendaki oleh masyarakat, dan tentunya yang mau bekerja keras untuk rakyat,” tegas Ananda.

Rakernas Jadi Momentum Konsolidasi

Rakernas PDI Perjuangan 2026 disebut Ananda sebagai momentum penting untuk menyatukan langkah dan visi seluruh struktur partai, dari pusat hingga daerah. Melalui Rakernas ini, arah perjuangan dan strategi politik menuju 2029 akan dipertegas, termasuk penguatan ideologi, organisasi, dan kerja-kerja kerakyatan. (*)

Bagikan: