Sinergi Kukar dan Samarinda Menguat, Dua Kepala Daerah Bakal Bahas Solusi Banjir

Pertemuan Pemkab Kukar dengan Pemkot Samarinda telah dijadwalkan pada Januari 2026 sebagai langkah awal menyamakan persepsi dan merumuskan solusi bersama penanganan banjir.

HARIANRAKYAT.CO, SAMARINDA – Samarinda dan Kukar memiliki persoalan yang sama yaitu banjir.

Untuk itu diperlukan sinergi kedua daerah ini agar permasalahan tersebut mendapat solusi yang tepat. Penanganan itu meliputi daerah banjir di kawasan perbatasan lantaran bisa menyulitkan akses publik kedua warga ini salah satunya menuju bandara Samarinda APT Pranoto.

Terkait penanganan banjir lintas wilayah, Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menegaskan pentingnya kerja sama antardaerah, khususnya dengan Pemerintah Kota Samarinda. Menurutnya, persoalan banjir tidak dapat diselesaikan secara parsial karena karakter wilayah yang saling terhubung, terutama pada daerah aliran sungai.

“Sebagai daerah penyangga Ibu Kota Negara (IKN) diperlukan upaya tepat guna mengatasi masalah banjir ini,” kata Bupati Aulia (31/12).

Aulia mengungkapkan, pertemuan dengan Pemkot Samarinda telah dijadwalkan pada Januari 2026 sebagai langkah awal menyamakan persepsi dan merumuskan solusi bersama penanganan banjir.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemerintah daerah akan membahas rencana kerja sama pembangunan kolam retensi di sejumlah titik strategis yang dinilai krusial dalam mengendalikan aliran air saat curah hujan tinggi.

Beberapa lokasi yang telah dipetakan antara lain wilayah Tanah Datar, Muara Badak, serta kawasan di sekitar bandara. Titik-titik ini diharapkan dapat berfungsi sebagai penyangga air dan mengurangi limpasan yang selama ini berdampak pada wilayah permukiman, baik di Kukar maupun Samarinda.

Di sisi lain, Aulia tidak menutup mata terhadap kondisi terkini di lapangan. Ia menyebutkan sejumlah wilayah seperti Santan Ulu, Santan Ilir, dan Santan Tengah masih mengalami banjir. Sementara di Muara Badak, selain banjir, potensi tanah longsor juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Untuk itu, Pemkab Kukar telah menggelar rapat koordinasi khusus guna merumuskan langkah mitigasi jangka pendek dan jangka menengah.

“Masalah ini harus ditangani bersama. Karena itu, pertemuan dengan Wali Kota Samarinda nanti diharapkan bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi ruang diskusi yang konkret untuk menyepakati langkah-langkah teknis penanganan bencana,” ujar Aulia.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat menghasilkan solusi yang terintegrasi dan berkelanjutan, sehingga upaya pengendalian banjir tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif. Dengan sinergi lintas wilayah, Aulia optimistis penanganan banjir dan bencana hidrometeorologi ke depan dapat dilakukan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi keselamatan serta kenyamanan masyarakat. (*)

Bagikan: