Hadiah Umrah untuk Para Penjaga Cahaya Iman di Kukar

Teks Foto : Kabag Kesra Setkab Kukar, Dendy Irwan Fahriza.

HARIANRAKYAT.CO, TENGGARONG – Di sudut-sudut kampung, di balik hiruk pikuk keseharian, ada para guru ngaji, imam masjid, dan marbot yang terus bekerja dalam senyap. Mereka menjaga denyut spiritual masyarakat, mengajarkan huruf demi huruf Al-Qur’an, dan memastikan rumah ibadah tetap hidup. Dedikasi itulah yang mendorong Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menghadirkan program “Terima Kaseh Guru Ngajiku”.

Program ini menjadi salah satu dari 17 Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik, dirancang sebagai bentuk penghormatan sekaligus apresiasi nyata bagi para pengabdi agama di akar rumput. Melalui program ini, guru ngaji dan pengurus masjid yang selama ini mengabdikan diri tanpa pamrih akan mendapatkan kesempatan melaksanakan ibadah umrah secara gratis.

Baca juga  Warga Timbau Kukar Protes Lapangan Bola Dibangun Gedung Koperasi Desa Merah Putih

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar, Dendy Irwan Fahriza, menjelaskan bahwa Pemkab Kukar kini fokus menyiapkan landasan hukum sebelum program dijalankan. Penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) menjadi tahapan utama agar mekanisme pelaksanaan memiliki pijakan yang jelas.

“Setelah Perda RPJMD disahkan, kami akan menyusun juklak dan juknis bersama tim teknis, termasuk menentukan kriteria siapa saja yang berhak menerima manfaat,” ungkap Dendy.

Baca juga  Rudy - Seno Komitmen Program Gratispol Sentuh Wilayah Desa Terpencil di Kukar

Agar penetapan peserta lebih objektif, Dendy mengungkapkan bahwa pendataan nantinya akan merujuk pada basis data Kementerian Agama (Kemenag). Data tersebut dinilai paling akurat dalam memetakan para tokoh keagamaan yang aktif membina umat.

“Pendataan dapat mengacu pada data Kemenag. Syaratnya, peserta harus berizin resmi dan tentu saja berstatus warga Kukar,” jelasnya menambahkan.

Menurut Dendy, program “Terima Kaseh Guru Ngajiku” bukan hanya soal memberikan hadiah perjalanan ibadah, melainkan bentuk pengakuan bahwa peran mereka sangat menentukan arah moral masyarakat. Keberadaan guru ngaji dan pengurus masjid selama ini telah memberi fondasi kuat bagi kehidupan sosial dan spiritual warga.

Baca juga  HUT ke-26 Dharma Wanita, Sekda Kukar Ingatkan Peran Strategis Perempuan Menuju Indonesia Emas 2045

“Insyaallah pelaksanaannya dimulai tahun 2026,” kata Dendy memastikan.

Lebih jauh, program ini diharapkan mampu menjadi energi baru bagi para pengabdi agama yang selama ini bekerja dengan penuh ketulusan. Melalui penghargaan ini, pemerintah ingin mengangkat martabat mereka yang telah mengabdi tanpa sorotan.

“Kami ingin memberikan apresiasi yang bukan hanya bernilai materi, tetapi juga bernilai spiritual. Mereka layak mendapatkan kesempatan ini karena perannya begitu besar bagi pembinaan umat,” tutup Dendy. (adv)

Bagikan: