4 Hari Banjir Genangi 11 Desa, Pemkab Kukar Salurkan Bantuan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr Aulia Rahman Basri bersama unsur Forkopimda melakukan monitoring penanganan banjir, mitigasi risiko, serta penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Kembang Janggut, Jumat (16/1/2026).

HARIANRAKYAT.CO, TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri bersama unsur Forkopimda melakukan monitoring penanganan banjir, mitigasi risiko, serta penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Kembang Janggut, Jumat (16/1/2026).

Bupati Kukar didampingi Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar, Dandim 0906/Kukar Letkol Arm Benny Budiman, Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, sejumlah anggota DPRD Kukar, serta kepala perangkat daerah terkait. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang terdampak luapan air sungai akibat pasang dan tingginya intensitas curah hujan.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Kukar dan Forkopimda menyambangi sejumlah titik permukiman warga yang terendam banjir sekaligus menyerahkan bantuan kebutuhan pokok. Bantuan yang disalurkan meliputi bahan pangan, kebutuhan sehari-hari, serta bantuan lain yang diperlukan warga selama masa banjir.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kukar Andi Deezcha Aulia Rahman, Ketua Bhayangkari Kukar, Bella Khairul Basyar, Ketua Persit Candra Kirana Kukar, Aryani Benny, serta anggota Persit dan Bhayangkari.

Kunjungan pertama dilakukan di Desa Genting Tanah, tepatnya di RT 01. Bupati dan rombongan berjalan kaki menyusuri genangan air sambil berdialog langsung dengan warga dan melihat kondisi rumah yang terdampak banjir.

Camat Kembang Janggut Suhartono menjelaskan, banjir di wilayahnya telah berlangsung selama empat hari dan melanda 11 desa. Namun, tidak seluruh warga terdampak secara signifikan.

“Di setiap desa, rumah warga yang terdampak hanya sekitar dua hingga tiga rumah. Aktivitas masyarakat pada umumnya masih berjalan seperti biasa,” ujar Suhartono.

Ia menambahkan, banjir di Kecamatan Kembang Janggut merupakan banjir kiriman dari Kecamatan Tabang yang lazim terjadi setiap tahun antara Januari hingga Maret. Saat air pasang dan curah hujan tinggi terjadi di Tabang, dampaknya akan meluas ke wilayah Kembang Janggut dan beberapa kecamatan di hulu Sungai Mahakam.

“Banjir di wilayah pedalaman Mahakam bukan hanya dipandang sebagai bencana, tetapi juga membawa berkah. Saat air surut, masyarakat dapat menangkap ikan dalam jumlah melimpah sehingga memperoleh tambahan penghasilan,” jelasnya.

Usai melaksanakan Salat Jumat, Bupati Kukar dan Forkopimda kembali menyerahkan bantuan sembako dan pangan kepada warga terdampak. Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke titik kedua dan ketiga, yakni Desa Loh Sakoh dan Desa Hambau.

Bantuan yang disalurkan berasal dari berbagai pihak, antara lain Pemerintah Kabupaten Kukar, Polres Kukar, Kodim 0906/Kukar, anggota DPRD Kukar, Kementerian Sosial RI, Dinas Sosial Kukar, serta para dermawan.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menegaskan kehadiran pemerintah daerah bertujuan memastikan masyarakat tidak menghadapi bencana sendirian.

“Pemerintah daerah hadir di tengah masyarakat untuk memastikan warga tidak sendiri menghadapi kondisi ini. Kami berharap bantuan yang diserahkan dapat bermanfaat dan sedikit meringankan beban masyarakat,” ujar Aulia.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tabah dan semangat menjalani aktivitas sehari-hari, dengan tetap menjaga kesehatan, keselamatan, serta memperkuat semangat gotong royong.

“Banjir di Kukar tidak semata-mata dipandang sebagai bencana, tetapi juga membawa berkah, khususnya di bidang perikanan,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terus melakukan pemantauan perkembangan banjir di Kecamatan Kembang Janggut dan wilayah lain yang berpotensi terdampak.

“Upaya penanganan darurat dan bantuan kemanusiaan akan terus kami lakukan hingga kondisi kembali normal,” tegas Aulia Rahman.

Bagikan: