HARIANRAKYAT.CO, TENGGARONG – Memasuki tahun ketiga operasionalnya, Mall Pelayanan Publik (MPP) Kutai Kartanegara (Kukar) semakin memantapkan peran sebagai pusat reformasi layanan publik daerah. Tema perayaan tahun ini, “Melaju dengan Inovasi”, menjadi penegasan arah pengembangan MPP sebagai penggerak integrasi layanan hingga ke seluruh kecamatan.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa MPP tidak hanya difungsikan sebagai pusat layanan di ibu kota kabupaten, tetapi juga disiapkan sebagai rujukan bagi pembangunan mini MPP di 20 kecamatan.
“Ini penting untuk memastikan layanan publik benar-benar menjangkau masyarakat hingga tingkat terdekat,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).
Mini MPP nantinya menerapkan sistem layanan hybrid. Warga dapat menyelesaikan dokumen secara digital, namun tetap memiliki akses layanan tatap muka di kecamatan apabila membutuhkan bantuan. Pemerintah menilai pola ini akan memudahkan masyarakat di wilayah hulu, pesisir, maupun pedalaman tanpa harus selalu datang ke Tenggarong.
Saat ini MPP Kutai Kartanegara menaungi 27 tenant dengan lebih dari 438 layanan perizinan dan administrasi. Menurut Aulia, capaian tersebut menunjukkan proses transformasi pelayanan sudah berada pada jalur yang tepat.
Aulia juga menekankan pentingnya keamanan data. Tahun ini MPP meraih sertifikasi ISO bidang keamanan informasi, sebuah pengakuan atas kualitas tata kelola dokumen di tengah tingginya transaksi pelayanan setiap hari.
Ke depan, Pemkab Kukar menargetkan seluruh jenis layanan yang memungkinkan untuk dipusatkan akan masuk ke MPP. Pemerintah juga menyiapkan rencana pembangunan gedung baru dengan konsep modern menyerupai pusat perbelanjaan, lengkap dengan area kuliner di lantai dasar dan ruang pelayanan di lantai atas.
Konsep tersebut dirancang untuk mengubah persepsi warga bahwa pelayanan publik tidak harus identik dengan suasana formal dan kaku, melainkan bisa menjadi ruang yang nyaman dan ramah masyarakat.
Dengan penguatan layanan, ekspansi mini MPP, dan rencana gedung baru, pemerintah berharap MPP Kukar terus berkembang sebagai wajah baru pelayanan publik yang lebih cepat, humanis, dan mudah dijangkau.
“Orang datang harus nyaman, pulang juga senang. Kami memprioritaskan pelayanan, jadi kalau masyarakat ke MPP ini mereka seperti ke mall,” tutup Aulia. (adv)





