HARIANRAKYAT.CO, TENGGARONG — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menerima kunjungan kerja TP PKK Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) di Ruang Pertemuan Dinas Kesehatan Kukar, Selasa (25/11/2025).
Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat silaturahmi sekaligus melakukan studi tiru terkait implementasi program penurunan dan pencegahan stunting yang telah dijalankan TP PKK Kukar.
TP PKK Kukar diwakili oleh Ketua 4 Bidang Kesehatan, Keluarga dan Lingkungan, dr. Leni Astuti, sementara rombongan TP PKK PPU dipimpin oleh Ketua Pokja 4, Ariani.
Momentum Berbagi Inovasi dan Memperkuat Sinergi Daerah
Dalam sambutannya, dr. Leni Astuti menyampaikan apresiasi atas kepercayaan TP PKK PPU menjadikan Kukar sebagai referensi.
“Terima kasih atas kunjungan ini. Momentum ini sangat berharga untuk saling belajar, bertukar gagasan, serta memperkuat sinergitas antar daerah dalam mengembangkan program PKK yang adaptif dan berdampak langsung pada masyarakat,” ujarnya.
Leni menegaskan bahwa keberhasilan penurunan stunting di Kukar tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor, mulai dari OPD terkait, lembaga, hingga tokoh masyarakat.
“TP PKK Kukar tidak bisa bekerja sendiri. Semua stakeholder bergerak sesuai tugas dan fungsi masing-masing agar intervensi penurunan stunting tepat sasaran,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan bahwa pimpinan daerah sangat responsif dalam isu stunting.
“Seluruh pihak penanganan stunting diminta untuk tidak lengah. Program harus tetap berjalan masif, terukur, dan menyentuh hingga tingkat keluarga,” tegas Leni.
PPU Siap Terapkan Strategi Penurunan Stunting ala Kukar
Sementara itu, Ketua Pokja 4 TP PKK PPU Ariani menyampaikan apresiasi atas penerimaan dan keterbukaan TP PKK Kukar.
“Terima kasih atas sambutan dan informasi yang telah diberikan. Melalui studi tiru ini, kami ingin belajar bagaimana strategi Kukar dalam mengimplementasikan program penurunan hingga pencegahan stunting. Hasil kunjungan ini akan kami terapkan di PPU,” tuturnya.
Kunjungan ditutup dengan diskusi teknis dan berbagi praktik baik mengenai pelaksanaan Program Da’i Masuk Desa, Dapur Sehat, edukasi gizi keluarga, serta penguatan pendampingan bagi ibu hamil dan balita.
Studi tiru ini menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan generasi sehat dan bebas stunting menuju Indonesia Emas 2045.





