Terjatuh Saat Panen, Pekerja Sawit Tenggelam di Sungai Ditemukan Tak Bernyawa

Tim SAR Gabungan melakukan operasi pencarian terhadap seorang pekerja sawit yang dilaporkan terjatuh dan tenggelam di Sungai Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

HARIANRAKYAT.CO, TENGGARONG – Tim SAR Gabungan melakukan operasi pencarian terhadap seorang pekerja sawit yang dilaporkan terjatuh dan tenggelam di Sungai Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Korban diketahui bernama Muhammad Rosaid Amar alias Edo (33), warga RT 002 Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu. Hingga hari pertama pelaksanaan operasi SAR, korban masih belum ditemukan.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 14.00 WITA. Saat itu, korban yang bekerja sebagai buruh panen sawit dilaporkan terjatuh ke sungai ketika sedang memindahkan buah sawit menggunakan seling gantung. Korban yang diketahui tidak bisa berenang langsung tenggelam dan hilang di aliran sungai.

Laporan kejadian baru diterima oleh pihak SAR pada Senin (19/1/2026) pukul 05.40 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Kutai Timur bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 06.00 WITA dan tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WITA.

Pada hari pertama (H.1) operasi pencarian, Tim Rescue Pos SAR Kutai Timur langsung berkoordinasi dengan potensi SAR yang ada di lapangan. Tim SAR Gabungan kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian menggunakan rubber boat, perahu warga, serta berbagai peralatan SAR air.

Namun hingga pukul 17.00 WITA, hasil pencarian masih nihil. Tim SAR Gabungan selanjutnya melaksanakan debriefing dan mendirikan posko sementara di rumah warga yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi kejadian perkara (LKP). Operasi pencarian direncanakan akan kembali dilanjutkan pada hari kedua (H.2) sesuai rencana operasi.

Koordinator Pos SAR Kutai Timur, Aries Setiawan menyampaikan proses pencarian akan terus dioptimalkan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan.

“Tim SAR Gabungan telah melakukan penyisiran di sekitar LKP pada hari pertama dengan mengerahkan seluruh potensi dan peralatan yang ada,” ujarnya.

Ia mengakui, tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan, di antaranya arus sungai yang cukup deras ke arah hilir serta potensi ancaman binatang buas. Meski demikian, Aries menegaskan pencarian akan terus dilanjutkan dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel SAR. (*)

Bagikan: