SKK Migas Sambut Baik FID Eni Kembangkan Proyek Gas di Kaltim, Investasi Tembus US 15 Miliar Dolar

Perusahaan energi global asal Itali, Eni resmi mengambil Final Investment Decision (FID) untuk pengembangan proyek gas laut dalam di lepas pantai Kalimantan Timur. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia bersama pihak Eni dan SKK Migas.

HARIANRAKYAT.CO, SAMARINDA – Perusahaan energi global asal Itali, Eni resmi mengambil Final Investment Decision (FID) untuk pengembangan proyek gas laut dalam di lepas pantai Kalimantan Timur.

Proyek tersebut mencakup pengembangan Gendalo–Gandang (South Hub) serta Geng North–Gehem (North Hub) yang menjadi bagian dari Indonesia Deepwater Development (IDD).

Keputusan ini terbilang cepat, hanya 18 bulan setelah persetujuan Plan of Development (POD) pada 2024, sekaligus menandai percepatan signifikan pengembangan proyek migas laut dalam di Indonesia.

Masuk Proyek Strategis Nasional

Pengembangan North Hub sebelumnya telah ditetapkan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) pada 2024.

Penetapan tersebut diumumkan Airlangga Hartarto usai rapat internal bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan sejumlah menteri.

Dalam paparannya di DPR, eks Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyebut Geng North menjadi salah satu tulang punggung produksi gas masa depan Indonesia, dengan potensi gas inplace mencapai 5,3 TCF.

Produksi Besar, Teknologi Laut Dalam

Dalam pengembangannya, Eni akan memanfaatkan teknologi laut dalam serta infrastruktur eksisting, termasuk fasilitas Jangkrik FPU dan Bontang LNG Plant.

Lapangan Gendalo dan Gandang akan dikembangkan di kedalaman 1.000–1.800 meter dengan tujuh sumur produksi yang terhubung ke fasilitas Jangkrik.

Sementara itu, North Hub mencakup pengeboran 16 sumur pada kedalaman 1.700–2.000 meter, yang akan dihubungkan ke FPSO baru dengan kapasitas pemrosesan lebih dari 1 miliar kaki kubik gas per hari serta 90.000 barel kondensat per hari.

Secara keseluruhan, proyek ini menyimpan potensi sumber daya sekitar 10 triliun kaki kubik gas (TCF) dan 550 juta barel kondensat.

“Produksi ditargetkan mulai 2028 dan mencapai puncaknya pada 2029, dengan kapasitas sekitar 2 miliar kaki kubik gas per hari,” ucap Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto dalam keterangan persnya kepada harianrakyat.co, Rabu (18/3/2026).

Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Gas yang dihasilkan akan dialirkan melalui pipa ke darat untuk memenuhi kebutuhan domestik serta mendukung produksi LNG untuk ekspor.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto menyebut keputusan investasi ini sebagai sinyal kuat kepercayaan investor global terhadap iklim investasi hulu migas Indonesia.

“Keputusan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan produksi gas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia,” ujar Kepala SKK

Dengan nilai investasi mencapai lebih dari US$15 miliar, proyek ini juga diproyeksikan memberikan efek berganda bagi perekonomian, termasuk penyerapan tenaga kerja hingga ribuan orang.

Kolaborasi Eni–Petronas

Proyek ini juga akan menjadi bagian dari kerja sama bisnis antara Eni dan Petronas dalam pembentukan perusahaan baru (NewCo).

Entitas tersebut ditargetkan mampu memproduksi lebih dari 500.000 barel setara minyak per hari pada 2029.

Sebagai informasi, Eni telah beroperasi di Indonesia sejak 2001 dan menjadi salah satu produsen utama di kawasan Cekungan Kutai, yang kini berkembang sebagai pusat produksi gas strategis nasional. (*/J)

Bagikan: