HARIANRAKYAT.CO, SAMARINDA – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat secara resmi dibuka pada Jumat (31/7/2026) di Stadion Utama Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur.
Pembukaan program pendidikan terintegrasi ini menjadi titik awal bagi ratusan anak dari berbagai jenjang pendidikan untuk meraih masa depan yang lebih cerah.
Kegiatan ini turut dirangkaikan dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para peserta didik, sekaligus peninjauan kesiapan fasilitas sekolah oleh Sekda Samarinda beserta jajaran.
Ketua Panitia sekaligus Kepala Sekolah SMA Sekolah Rakyat, Rabiatul Adawiyah, menyampaikan bahwa terdapat 61 sekolah yang melaksanakan kegiatan MPLS dari total 172 Sekolah Rakyat yang dibuka. Program ini mencakup 90 jenjang SD, SMP, dan SMA Program Keluarga Harapan (PKH) yang berasal dari berbagai daerah, seperti Samarinda, Kutai Kartanegara, Balikpapan, Paser, dan Penajam Paser Utara (PPU).
“Besok siswa lama akan masuk sebanyak 250 orang. Di sini ada tiga jenjang yang dipimpin oleh masing-masing kepala sekolah: Fahrizal untuk SD, Hasyim untuk SMP, dan saya sendiri untuk SMA,” ujar Rabiatul.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memberikan perhatian dan doa restu bagi keberlangsungan Sekolah Rakyat ini.
“Kami memohon dukungan dan doa agar bisa memimpin putra-putri bangsa. Kami juga memohon bantuan serta kepedulian dari lembaga lain seperti Dinsos, Korem, Polres, hingga Kodim untuk ikut menengok anak-anak kita. Mereka adalah masa depan bangsa yang sebelumnya kurang terjangkau oleh sekolah lain,” tambahnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng yang membuka acara secara resmi menekankan pentingnya kesetaraan akses pendidikan berkualitas tanpa memandang latar belakang sosial.
“Sekolah terintegrasi ini lahir dari mimpi bahwa setiap anak—baik dari keluarga sederhana, nelayan, maupun petani—berhak berada di ruang kelas yang sama, mendapatkan buku yang sama, dan merajut cita-cita bersama. Di sini, kualitas tinggi adalah hak, bukan keistimewaan (privilege). Ini bukan sekadar label integrasi, tetapi janji dan komitmen kita bersama,” tegas Sekda Samarinda.
Beliau juga berpesan kepada para siswa agar tidak hanya mengejar kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun karakter yang luhur dan menguasai teknologi tanpa melupakan akar budaya.
“Kepintaran saja tidak cukup tanpa budi pekerti yang luhur. Jangan hanya berani berbicara, tetapi juga harus berhati lembut. Kuasai teknologi mutakhir, tetapi jangan pernah lupa akar kita. Kita harus saling merangkul dan melengkapi, bukan bersaing. Sebab mimpi ini bukan milik individu, melainkan milik bersama,” tutur Sekda.
Usai membuka acara, Sekda beserta Sekretaris Kota Samarinda meninjau seluruh gedung asrama dan fasilitas sekolah dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Langkah ini dilakukan untuk memberikan masukan kepada pihak pengembang agar fasilitas yang ada tidak hanya nyaman untuk belajar, tetapi juga aman bagi anak-anak.
Dalam sesi doorstop bersama awak media, Sekda menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan MPLS serta kelengkapan fasilitas Sekolah Rakyat.
“Soal MPLS, kegiatannya sangat menarik dan beragam. Saya salut dengan para guru dan kepala sekolah yang sudah membina anak-anak ini hingga masuk tahun kedua. Anak-anak dikenalkan dengan lingkungan sekolah, baik yang baru maupun yang lama, dan fasilitasnya sungguh luar biasa,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa program nasional ini sangat membantu masyarakat kelas menengah ke bawah, termasuk dalam pemenuhan gizi anak-anak. Saat ini, fasilitas tersebut menampung sekitar 600 anak dari kapasitas total 1.080 anak.
“Kurang dari 25 tahun ke depan, mereka inilah yang akan menggantikan generasi selanjutnya,” tutup Sekda.
Kepala Bagian Sentra Terpadu Luhur PIC MPLS SRT 2 Samarinda, Kemensos RI,Jaswadi menegaskan keberadaan Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah pusat terhadap pemerataan pendidikan.
“Sekolah Rakyat merupakan program nasional dari Bapak Presiden. Pelaksanaan kegiatan MPLS ini mendapat dukungan penuh dari Pemda Kaltim, Pemkot Samarinda, serta OPD terkait. Saat ini beberapa titik Sekolah Rakyat sudah berjalan aktif,” jelas Jaswadi.
Ia juga menambahkan, komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah terus terjalin secara intensif untuk memastikan keberlangsungan program.
“Pusat memberikan dukungan penuh, dan kami terus berkoordinasi secara intensif dengan pihak-pihak terkait agar seluruh fasilitas dan program dapat berjalan optimal,” pungkasnya. (Er)





