HARIANRAKYAT.CO, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda memastikan bahwa program Pro Bebaya (Program Pemberdayaan Berbasis Rukun Tetangga) akan tetap menjadi prioritas utama pada tahun anggaran 2026, meskipun daerah tengah menghadapi tantangan fiskal.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun menegaskan, Pro Bebaya merupakan motor penggerak ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput dan terbukti berperan besar menjaga daya beli warga.
“Probebaya aman, karena itu bagian dari belanja yang menunjang kegiatan ekonomi masyarakat. Saya sudah tekankan tiga hal: pelayanan dasar publik, belanja penunjang ekonomi masyarakat, dan penguatan daya saing daerah. Untuk Probebaya, kita sudah kunci dan pastikan aman di 2026,” ujar Andi Harun, Jumat (24/10/2025).
Program Pro Bebaya sendiri merupakan inisiatif unggulan Pemkot Samarinda yang memberikan dana Rp100 juta per RT setiap tahun. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, hingga bantuan sosial seperti BPJS Kesehatan, sembako, dan peralatan sekolah.
Menurut Andi Harun, keberadaan Pro Bebaya tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga berfungsi sebagai stimulus ekonomi masyarakat.
“Dana pembangunan ini akan beredar di masyarakat dan kita harapkan menjadi stimulan untuk tetap menjaga kualitas pertumbuhan ekonomi kita,” jelasnya.
Dikelola Hati-Hati, Tidak Ada Dana Mengendap
Andi Harun juga menepis anggapan adanya dana mengendap di kas daerah. Menurutnya, dana tersebut masih berada dalam proses administrasi dan pencairan yang berjalan sesuai tahapan proyek.
“Tidak ada dana mengendap karena belum tutup tahun anggaran. Belum semua kegiatan proyek dan belanja dicairkan karena masih ada yang sementara berjalan,” terangnya.
Ia menegaskan, sistem pembayaran proyek dilakukan secara bertahap sesuai progres pekerjaan.
“Pembayaran proyek itu per termin, berdasarkan progres. Jadi kalau ada dana di kas daerah, itu bagian dari manajemen cash flow agar kita tidak gagal bayar,” tambahnya.
Menurutnya, menjaga likuiditas kas daerah adalah bagian dari tanggung jawab Pemkot agar setiap kegiatan pembangunan berjalan lancar.
Disiplin Anggaran dan Kepercayaan Publik
Andi Harun menegaskan, keberhasilan pengelolaan keuangan daerah bukan hanya diukur dari serapan anggaran, melainkan dari disiplin, transparansi, dan ketepatan sasaran dalam penggunaannya.
“Ini tentang disiplin anggaran. Kita terus menegakkan kepatuhan terhadap peraturan agar tidak ada salah kelola. Dengan cara ini, kita bisa tertib dan menghasilkan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menilai, Pro Bebaya telah menjadi contoh sukses pembangunan berbasis komunitas yang memperkuat rasa tanggung jawab sosial serta partisipasi warga.
“Probebaya bukan sekadar proyek pemerintah, tapi bentuk kepercayaan negara kepada warga untuk membangun lingkungan mereka sendiri,” tegasnya.
Program yang telah berjalan sejak awal masa kepemimpinan Andi Harun ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai efektif mempercepat pemerataan pembangunan dan memperkuat semangat gotong royong di masyarakat.
“Probebaya bukan hanya tentang pembangunan fisik, tapi tentang membangun semangat gotong royong dan kemandirian warga. Selama kita disiplin dan transparan, program ini akan terus menjadi kekuatan Samarinda,” pungkasnya. (*)





