Pemulihan Pascakebakaran Tenggarong, Dari Dapur Umum hingga Rencana Hidran Perkampungan

Kondisi Pasca Musibah Kebakaran di kawasan padat penduduk di Jalan Alimuddin RT 033, Kelurahan Melayu Tenggarong hari Senin Sore (5/10/2026) foto : Dj95

HARIANRAKYAT.CO. TENGGARONG – Pemulihan pascakebakaran hebat yang melanda kawasan padat penduduk di Jalan Alimuddin RT 033, Kelurahan Melayu Tenggarong hari Senin Sore (5/10/2026) kini memasuki fase penanganan jangka panjang.

Pemerintah daerah bersama jajaran legislatif dan Pemprov Kalimantan Timur mulai menyusun skema rekonstruksi pemukiman, pasokan logistik, hingga penataan ulang infrastruktur pencegahan kebakaran.

Peninjauan langsung ke lokasi posko bantuan dan dapur umum dilakukan Bupati Kutai Kartanegara, dr. Aulia Rahman Basri, Kamis, 8 Oktober 2026.

Berdasarkan pendataan resmi terbaru, musibah tersebut menghanguskan pemukiman warga dan berdampak pada sedikitnya 75 Kepala Keluarga (KK).

Aulia menegaskan pemerintah tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar darurat seperti makanan dan pakaian, melainkan menyiapkan bantuan modal alat kerja, alat tulis sekolah, serta layanan trauma healing.

“Setiap hari saya pantau. Jadi pemenuhan kebutuhan dasar dirancang secara komprehensif. Mulai dari pangan, perlengkapan sekolah anak-anak, hingga peralatan penunjang kerja warga terdampak melalui sinergi dengan Baznas dan pihak kecamatan. Pendampingan psikologis juga kami tekankan agar kondisi mental warga tetap terjaga,” ujar Aulia di lokasi bencana.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji yang turut memantau proses tanggap darurat menyampaikan seluruh tim penanggulangan bencana telah bekerja secara optimal. Menurutnya, fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah mengembalikan kehidupan warga agar segera normal melalui program perbaikan rumah layak huni.

“Semua sudah bekerja dengan sangat baik. Langkah selanjutnya setelah pemenuhan makanan, pakaian, dan sembako adalah mengupayakan perbaikan rumah agar layak huni dalam waktu dekat sehingga warga bisa kembali bermukim,” tutur Seno Aji.

Sebagai langkah mitigasi teknis, Seno Aji menyoroti pentingnya penyediaan sarana pemadam di dalam pemukiman padat. Pemprov Kaltim mendorong pembuatan titik-titik sumur bor dan instalasi hidran mandiri di area perkampungan yang sulit dijangkau armada pemadam besar. (*/Y)

Bagikan: