Pemkab Kukar Komitmen Jaga Populasi Pesut, 2 Desa Jadi Kawasan Konservasi

HARIANRAKYAT.CO, TENGGARONG – Hewan endemik Kalimantan, Mamalia Air Tawar Pesut menjadi perhatian publik. 
‎
‎Hidup di perairan bagian hulu sungai Mahakam saat ini populasi nya cendrung stagnan, ditengah angka kematian yang setiap tahun muncul. 60 ekor (2024) 66 ekor (2025) data Lembaga NGO RASI.
‎
‎Untuk melestarikan Pesut tetap hidup di sungai Mahakam, pemerintah kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memberikan perhatian.
‎
‎Dukungan itu dalam bentuk regulasi dan anggaran, untuk Desa Muhuran dan Desa Sabintulung sebagai kawasan konservasi dilindungi.
‎
‎Hal itu disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutai Kartanegara (Kukar), Ahyani Fadianur Diani, Sabtu (7/2/2026).
‎
‎”Sekarang ada 2 desa dijadikan kawasan konservasi, itu ada di kecamatan Muara Kaman,” kata Ahyani disela agenda kunjungan kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan KKP, mewakili bupati Kukar.
‎
‎Koordinasi lintas sektor juga dilakukan dalam rangka penanganan dan perlindungan satwa dilindungi tersebut.
‎
‎Sebagaimana diketahui, jalur perairan Sungai Mahakam adalah urat nadi ekonomi Kaltim. 
‎
‎Upaya menjaga Pesut dan memperoleh pendapatan negara dari aktivitas angkutan barang dan jasa perlu seiring – sejalan. 
‎
‎”Tentu diperlukan karena kebijakan ini ada kewenangan kabupaten, provinsi bahkan pusat,” imbuhnya.
‎
‎Lebih lanjut kata Ahyani, bersama Deputy Kementrian Lingkungan Hidup sudah berdiskusi panjang, sembari menyantap hidangan asli masyarakat muara kaman di tepi sungai Mahakam.
‎
‎”Masing – masing dari Pusat, provinsi dan kabupaten diminta untuk membuat rencana desain,” jelasnya.
‎
‎Permasalahan utama yang saat ini segera  dilakukan adalah menjaga jalur konservasi Pesut agar tidak lagi dilewati kapal tongkang.
‎
‎”Nah ini nanti mau dirapatkan serius. Karena kegiatan lalu lintas wewenang ada di KSOP dan Pemprov, jadi kita koordinasikan sama – sama,” tutupnya.  (J)

Bagikan: