DKP Kukar Alokasikan Ratusan Perahu Fiberglass dan Mesin Ketinting untuk Kelompok Nelayan

Potret keseharian nelayan menangkap ikan (dj95)

HARIANRAKYAT.CO, TENGGARONG – Penguatan sarana operasional menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam mendorong peningkatan hasil usaha masyarakat pesisir.

Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), pemerintah daerah menyiapkan ratusan unit perahu dan mesin kapal untuk mendukung aktivitas nelayan.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program Kukar Idaman Terbaik yang menyasar masyarakat pada sektor perikanan tangkap maupun budi daya. Selain sarana penunjang melaut, dukungan juga diberikan untuk memenuhi kebutuhan produksi para pembudi daya ikan.

Kepala DKP Kukar, Muslik menjelaskan kebutuhan nelayan tangkap menjadi salah satu perhatian dalam program tersebut. Sebab, ketersediaan peralatan yang memadai diperlukan untuk menunjang kegiatan penangkapan ikan.

Dari alokasi bantuan yang disiapkan, terdapat 385 unit perahu fiberglass dan 228 unit mesin kapal atau ketinting. DKP juga menyiapkan 891 pis alat tangkap jaring serta 3.007 roll kawat pengilar yang diperuntukkan bagi 42 kelompok penerima.

Menurut Muslik, bentuk dukungan pemerintah tidak hanya terbatas pada perlengkapan melaut. Kelompok pembudi daya ikan juga masuk dalam sasaran program melalui bantuan benih, pakan hingga keramba.

“Kalau untuk nelayan tangkap, kebutuhan utamanya berupa perahu, mesin penggerak dan perlengkapan menangkap ikan. Sementara kelompok budi daya membutuhkan dukungan berbeda, mulai dari benih sampai pakan dan keramba,” jelas Muslik hari Jum’at (6/11/2026).

Dalam menentukan kelompok penerima, DKP Kukar mengakomodasi kebutuhan masyarakat melalui mekanisme perencanaan pembangunan daerah. Usulan dapat disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) maupun aspirasi masyarakat yang dihimpun anggota DPRD saat melaksanakan reses.

Seluruh usulan tersebut kemudian menjadi bahan penentuan kelompok yang berhak mendapatkan dukungan. Skema penyaluran dilakukan melalui kelompok masyarakat, bukan diberikan secara individual.

Meski demikian, pelaksanaan program belum sepenuhnya berjalan sesuai rencana. Muslik mengungkapkan keterbatasan kemampuan keuangan daerah turut memengaruhi kelanjutan sejumlah kegiatan bantuan yang telah disusun DKP Kukar.

Pihaknya berharap ketersediaan anggaran pada perubahan dapat kembali mendukung realisasi program sehingga bantuan yang direncanakan bisa disalurkan kepada kelompok sasaran.

“Kami berharap melalui anggaran perubahan kegiatan ini bisa kembali dilanjutkan. Dengan begitu, program yang sudah direncanakan dapat direalisasikan secara keseluruhan,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan: