10 Buku Diluncurkan, Kader Golkar Samarinda Puji Ketum Bahlil Lahadalia

Kader Golkar Samarinda, Novan Syahroni Pasie.

HARIANRAKYAT.CO, SAMARINDA — Peluncuran 10 buku yang merekam rekam jejak perjalanan hidup serta pemikiran Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia mendapat apresiasi hangat dari jajaran pengurus dan kader di daerah.

Serial literatur tersebut dinilai bukan sekadar catatan biografi biasa, melainkan penyulut semangat bagi seluruh kader beringin di Kalimantan Timur.

Kader Partai Golkar Samarinda yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahrony Pasie menegaskan rekam jejak sang Ketua Umum memberikan pelajaran berharga mengenai arti ketangguhan dan daya juang dalam meniti karier dari bawah.

“Pesan moral dari peluncuran 10 buku yang notabene mencatat sejarah Ketua Umum kami, Bapak Bahlil Lahadalia membawa inspirasi yang sangat mendalam,” kata Novan sapaannya kepada media ini.

Ia menambahkan, keteladanan Bahlil yang merintis jalan dari seorang anak daerah di Papua hingga kini dipercaya memimpin partai besar berlogo beringin, serta menduduki posisi strategis di kabinet, harus dijadikan pendorong semangat bagi generasi muda dan seluruh kader di tingkat tapak.

Rangkaian 10 buku tersebut membedah secara komprehensif transformasi Bahlil Lahadalia. Selain merekam potret perjuangan masa mudanya, buku-buku itu juga mengulas berbagai gagasan strategisnya di sektor ekonomi nasional, mulai dari kebijakan keberanian hilirisasi industri, reformasi perizinan investasi, hingga komitmennya dalam membesarkan Partai Golkar ke depan.

“Karya ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang. Seorang rakyat biasa dari daerah bisa sukses dan meraih puncak kepemimpinan selagi mau berusaha dan bekerja keras,” imbuhnya.

Melalui momentum ini, jajaran Golkar Samarinda optimistis semangat pantang menyerah yang diteladankan sang Ketua Umum akan semakin memperkuat konsolidasi internal partai dan mendekatkan Golkar dengan aspirasi masyarakat kecil di daerah.

Langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menggebrak publik melalui peluncuran 10 buku rekam jejak kepemimpinan, pemikiran, serta resep suksesnya mendapat perhatian luas dari berbagai lingkaran akademisi, pelaku usaha, hingga pengamat politik nasional.

Rangkaian 10 karya literatur tersebut membedah perjalanan hidup seorang Bahlil—dari seorang anak daerah asal Fakfak, Papua Barat, hingga menjelma menjadi salah satu tokoh kunci dalam pusaran pengambil kebijakan ekonomi dan investasi Indonesia.

Kumpulan buku ini secara sistematis mengulas potret perjalanan karier dan resep pragmatis Bahlil dalam mengeksekusi kebijakan publik, khususnya di sektor investasi dan hilirisasi industri.

Berikut ringkasan ulasan 10 buku Bahlil Lahadalia yang merangkum gagasan serta jejak langkah sang Menteri:

  1. Garis Tangan dan Kerja Keras: Dari Fakfak ke Panggung Nasional

Buku ini mengulas rekam jejak awal kehidupan Bahlil. Mengangkat latar belakang keluarga sederhana di Papua Barat, buku ini menggambarkan bagaimana daya juang, keberanian mengambil risiko, serta mentalitas bertahan hidup menjadi fondasi utama dalam meniti karier di tingkat nasional.

2. Hilirasasi Harga Mati: Menjaga Kedaulatan Sumber Daya Alam

Menjadi salah satu bacaan paling krusial, karya ini membedah latar belakang serta argumentasi di balik kebijakan penopang moratorium ekspor bijih nikel murni. Buku ini memaparkan strategi pertahanan pemerintah Indonesia saat menghadapi tekanan politik dan hukum di tingkat internasional.

3. Invesment Without Border: Menggaet Raksasa Dunia ke Tanah Air

Buku ini mengurai resep diplomasi investasi pragmatis yang diterapkan Bahlil saat memimpin Kementerian Investasi/BKPM. Di dalamnya diulas bagaimana negosiasi dilakukan secara langsung (door-to-door) guna merangkul investor global ternama untuk masuk ke ekosistem industri Indonesia.

4. Kemitraan Daerah: Mengunci Hak Pengusaha Lokal

Fokus pada pemerataan ekonomi, buku ini menekankan pentingnya kewajiban bagi investor besar untuk bermitra dengan pengusaha daerah dan UMKM lokal. Langkah ini diposisikan sebagai instrumen penting agar kue investasi tidak hanya dinikmati oleh lingkaran elit perkotaan.

5. Lawan Mafia Tambang : Menata Perizinan Lewat OSS

Buku ini menyoroti proses digitalisasi dan pembenahan tata kelola perizinan tambang melalui sistem Online Single Submission (OSS). Diulas pula berbagai tantangan serta gesekan politik dalam mencabut ribuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dianggap tidak produktif atau bermasalah.

6. Kepemimpinan Pragmatis: Taktik Eksekusi Cepat Kebijakan

Mengangkat gaya kepemimpinan khas Bahlil yang cenderung langsung pada inti masalah (straight to the point). Buku ini menyajikan studi kasus bagaimana kemacetan regulasi dan hambatan birokrasi (debottlenecking) diselesaikan dalam waktu singkat tanpa prosedur yang berbelit.

7. HIPMI dan Regenerasi Pengusaha Muda

Merupakan rekam jejak Bahlil saat menakhodai Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Karya ini memberikan gambaran tentang pentingnya jejaring (networking), solidaritas antar-pengusaha muda, serta peran strategis pemuda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

8. Transisi Energi Terukur: Menyeimbangkan Fosil dan EBT

Menghadapi era baru di Kementerian ESDM, buku ini mengulas pandangan Bahlil mengenai peta jalan transisi energi. Gagasan yang diusung berfokus pada dorongan menuju Energi Baru Terbarukan (EBT) yang tetap mempertimbangkan realitas ketahanan energi serta kebutuhan ekonomi dalam negeri.

9. Politik Ekonomi Berkelanjutan: Diplomasi Anggaran dan Investasi

Membedah hubungan erat antara konstelasi politik nasional dan arah kebijakan ekonomi. Buku ini memberikan analisis bagaimana stabilitas politik menjadi syarat mutlak untuk menciptakan kepastian hukum dan iklim investasi yang sehat di Indonesia.

10. Bahlil-Nomics: Paradigma Ekonomi Inklusif Berbasis Daerah
Buku penutup ini merangkum sintesis pemikiran ekonomi Bahlil. Bahlil-Nomics menawarkan konsep pembangunan yang berpusat pada penguatan kawasan Indonesia Timur, penciptaan lapangan kerja lokal, serta kemandirian ekonomi nasional berbasis pengelolaan sumber daya alam.

Kehadiran 10 buku ini dipandang sebagai kontribusi literasi yang berharga bagi publik, khususnya dalam memahami dinamika perumusan kebijakan investasi dan energi di Indonesia. Peluncuran serial buku ini diharapkan dapat menjadi rujukan analitis bagi para akademisi, mahasiswa, serta praktisi hukum dan ekonomi dalam mengawal keterbukaan tata kelola sumber daya alam ke depan. (Er)

Bagikan: