HARIANRAKYAT.CO, SAMARINDA – Suasana pasca Idulfitri yang identik dengan arus balik dan kedatangan pendatang ke kota besar tak sepenuhnya tercermin dalam data kependudukan di Kota Samarinda.
Kendati terlihat adanya peningkatan mobilitas warga, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) kota Samarinda memastikan tidak terjadi lonjakan signifikan dalam pertumbuhan penduduk secara administratif.
Kepada awak media, Kepala Disdukcapil Samarinda, Eko Suprayetno mengungkapkan, secara kasat mata memang terdapat tambahan warga yang datang ke Samarinda setelah momen Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Namun, menurutnya peningkatan tersebut belum berdampak pada data resmi kependudukan.
“Secara eksisting ada, tapi secara kependudukan tidak signifikan. Artinya pertumbuhan penduduk Samarinda secara administratif sebelum Lebaran ataupun setelahnya tidak terjadi lonjakan,” ungkap Eko. Rabu (8/4/2026).
Lebih lanjut, Eko menjelaskan keberadaan seseorang di suatu wilayah tidak otomatis menjadikannya sebagai penduduk resmi. Pasalnya, Dalam sistem administrasi kependudukan, status penduduk ditentukan oleh kepemilikan dokumen sah seperti Kartu Keluarga (KK) yang diterbitkan di daerah setempat.
“Tapi kalau di Samarinda saja tidak punya dokumen itu, bukan penduduk Samarinda, tapi adalah orang yang ada di Samarinda secara eksisting,” jelas Eko.
Selain itu, Eko memaparkan angka pertumbuhan penduduk pasca-Idulfitri justru berada jauh di bawah rata-rata pertambahan bulanan. Berdasarkan data Dukcapil, penambahan penduduk hanya berkisar antara 150 hingga 160 orang.
“Lonjakan pertumbuhannya tidak seperti yang diekspektasikan. Di momen Idulfitri dan pasca itu sekitar 150–160 saja. Kalau per bulannya biasanya 1.000 orang. Itu lahir dan datang,” ucapnya.
Kendati demikian, meskipun terjadi peningkatan mobilitas masyarakat usai Lebaran, Eko menambahkan kondisi pertumbuhan penduduk di Samarinda tetap stabil dan tidak mengalami lonjakan signifikan secara administratif. (ADV)





