LMID Dukung Kedaulatan Kuba, Tegar Afriansyah Kritik Dampak Blokade Ekonomi dan Krisis Energi

Liga Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (LMID) menyatakan sikap solidaritas terhadap Republik Kuba menyusul memburuknya situasi ekonomi dan energi akibat blokade serta tekanan politik internasional.

HARIANRAKYAT.CO, JAKARTA — Liga Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (LMID) menyatakan sikap solidaritas terhadap Republik Kuba menyusul memburuknya situasi ekonomi dan energi akibat blokade serta tekanan politik internasional.

Sikap tersebut disampaikan usai dialog bersama Duta Besar Kuba untuk Indonesia di Kedutaan Besar Kuba di Jakarta, Kamis 19 Februari 2026.

Ketua Umum LMID Tegar Afriansyah menegaskan, solidaritas mahasiswa Indonesia merupakan bagian dari komitmen pada prinsip kedaulatan bangsa dan keadilan global. Menurutnya, krisis yang dialami Kuba tidak semata persoalan geopolitik, tetapi menyangkut kemanusiaan dan hak dasar warga negara.

Ia menjelaskan, tekanan ekonomi dan kebijakan pemblokiran pasokan energi berdampak nyata terhadap kehidupan masyarakat Kuba. Kondisi tersebut diperparah oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memperketat sikap terhadap negara tersebut.

“Blokade ekonomi yang berkepanjangan serta kebijakan yang memperburuk krisis energi bukan hanya isu politik internasional, tetapi menyangkut hak rakyat untuk hidup layak,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Duta Besar Kuba Dagmar González Grau menyampaikan pembatasan pasokan bahan bakar telah memicu krisis energi nasional. Dampaknya, pemadaman listrik bergilir berlangsung dalam durasi panjang dan mengganggu sektor vital seperti kesehatan, pendidikan, transportasi, hingga layanan publik.

Tegar menilai situasi ini menunjukkan bagaimana tekanan politik luar negeri dapat berdampak langsung pada kehidupan masyarakat sipil. Karena itu, LMID menegaskan sikap resmi organisasi:

  1. Mendukung kedaulatan Kuba
  2. Menuntut dihentikannya blokade ekonomi serta tekanan politik terhadap negara tersebut
  3. Mengajak mahasiswa Indonesia memperkuat solidaritas internasional demi keadilan global.

Ia berharap solidaritas lintas negara terus dibangun untuk menegakkan prinsip kemerdekaan bangsa dan kesejahteraan rakyat.

“Solidaritas internasional harus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan dan kesejahteraan rakyat adalah nilai yang harus diperjuangkan bersama,” pungkasnya. (*)

Bagikan: