Terpilih Aklamasi di Munas XVII, Luky Yusgiantoro Kembali Nahkodai ISKA 2026–2030

IKN BERJALAN LANCAR: Deputi Pembangunan IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi saat menjelaskan soal pembangunan IKN saat ini, Sabtu (12/9/2026) sore.

HARIANRAKYAT.CO, SAMARINDA – Luky Yusgiantoro kembali dipercaya menahkodai Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) untuk periode 2026–2030.

Luky ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Umum (Ketum) dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVII ISKA yang berlangsung di Balikpapan. Keputusan ini mencerminkan tingginya kepercayaan delegasi daerah atas keberhasilan kepemimpinannya pada periode 2022–2026.

Menerima estafet amanah tersebut, Luky menegaskan kesiapannya untuk kembali membawa ISKA berkontribusi aktif dalam ranah kebangsaan.

“Di hadapan saudara-saudari sekalian dan disaksikan Tuhan Yang Maha Esa, saya menyatakan bersedia mengemban amanah sebagai Ketua Presidium ISKA periode 2026–2030,” ucap Luky mantap usai penetapan.

Ia turut mengapresiasi kerja keras jajaran Presidium Pusat periode sebelumnya hingga Laporan Pertanggungjawaban (LPj) dapat diterima secara bulat oleh forum.

Catatan serta kekurangan yang ada dinilainya sebagai bahan evaluasi penting untuk pembenahan internal organisasi.

Memasuki periode kedua, Luky menegaskan ISKA harus mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah. Kendati bermitra, ISKA dipastikan tidak akan kehilangan daya kritisnya dalam menyuarakan masukan konstruktif.

Menghadapi dinamika menjelang tahun politik 2029, Luky menggarisbawahi posisi ISKA yang tetap berpijak sebagai wadah intelektual, bukan organisasi politik praktis.

“ISKA bukan organisasi politik. Namun kami memiliki tanggung jawab menyiapkan kader-kader terbaik untuk berkiprah di berbagai bidang, termasuk politik. Ini yang kami dorong sebagai bentuk politik kebangsaan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya memperluas gaung ISKA agar tidak hanya terdengar di basis masyarakat Katolik saja, tetapi hadir mewarnai dinamika intelektual nasional secara luas.

Pesan kebangsaan yang diusung ISKA beriringan dengan pandangan Deputi Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, saat menerima kunjungan delegasi Munas ISKA pada Sabtu (12/9/2026) siang.

Thomas menegaskan bahwa pembangunan IKN seluas empat kali Kota Jakarta tersebut terus berjalan mengusung konsep kota hijau (Green City) dan wajib dilepaskan dari kepentingan politik praktis.

“Intinya, IKN jangan dibawa ke ranah politik. IKN ini murni untuk kepentingan bangsa dan negara,” tegas Thomas.

Sikap teguh tersebut mempertemukan ISKA dan IKN dalam satu garis lurus, yakni menempatkan kepentingan kebangsaan jangka panjang di atas agenda sektoral. Momentum kepemimpinan baru ini menjadi titik pijak ISKA untuk terus mengawal pembangunan nasional secara kritis, solutif, dan berkelanjutan. (*/KK)

Bagikan: