Sulteng Diguncang Gempa M 6,7, Bangunan Roboh di 4 Wilayah

Korban luka - luka akibat gempa di Sulteng

HARIANRAKYAT.CO, SAMARINDA – Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 6,7 pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WITA. Guncangan keras ini berdampak pada kerusakan infrastruktur dan bangunan di empat wilayah, yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Poso.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng, episenter gempa terletak pada koordinat 1,03 LS dan 120,24 BT. Tepatnya berlokasi di darat pada jarak 42 kilometer arah Tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulteng, Ir. Asbudianto mengungkapkan pasca-gempa utama, aktivitas kegempaan di wilayah tersebut masih tinggi. Hingga pukul 13.38 WITA, BMKG mencatat telah terjadi puluhan kali gempa susulan (aftershock).

“Jumlah gempa bumi susulan tercatat sebanyak 42 kali dengan magnitudo yang bervariasi, mulai dari rentang M 2 hingga M 5,” ujar Asbudianto dalam laporan tertulisnya, Selasa (16/6/2026) siang.

Laporan sementara dari tim di lapangan menunjukkan dampak kerusakan yang cukup signifikan di beberapa titik:
1. Kota Palu: Dilaporkan terjadi keretakan pada struktur Jembatan 3 Palu serta beberapa bangunan warga roboh.
2. Kabupaten Sigi: Sejumlah bangunan roboh, saluran air bersih terputus, dan terjadi longsor di kawasan Gunung Kamarora.
3. Kabupaten Parigi Moutong: Beberapa bangunan milik warga dan fasilitas umum mengalami kerusakan.
4. Kabupaten Poso: Selain kerusakan pada beberapa bangunan, akses jalan di wilayah Napu juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Hingga saat ini, pihak BPBD Provinsi Sulteng bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops BPBD di masing-masing wilayah terdampak (Palu, Sigi, Parigi Moutong, dan Poso) terus melakukan koordinasi intensif dan peninjauan langsung di lapangan.

“Petugas masih melakukan assessment (pendataan rincian kerusakan). Untuk jumlah pengungsi dan korban jiwa saat ini masih dalam tahap pendataan,” tambah Asbudianto.

Meski sempat menimbulkan kepanikan, situasi akhir di wilayah terdampak dilaporkan relatif aman dan kondusif. Kendati demikian, pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi potensi gempa susulan yang masih mungkin terjadi. (Er)

Bagikan: