HARIANRAKYAT.CO, SAMARINDA – Sekolahnya mungkin sudah berhenti meluluskan siswa sejak 2015, namun bagi para alumninya, SMU Kesatuan 1 Samarinda tidak pernah benar-benar tutup.
Hal ini terbukti dalam gelaran Halal Bihalal IKA SMU Kesatuan 1 yang berlangsung penuh kehangatan hari Minggu (19/4/2026) cafe di Jalan Belatuk, Samarinda mempertemukan angkatan tertua tahun 1984 hingga angkatan terakhir tahun 2015.
“Animo yang ‘Meledak’ di Menit Akhir Persiapan singkat selama tiga minggu ternyata membuahkan hasil yang luar biasa,” kata Ketua Panitia, Tunas Supriyanto (Angkatan 94).
Ia mengakui adanya tantangan dalam mengoordinasi lintas angkatan dalam waktu singkat. Namun, solidaritas alumni bicara lain. Turut mengundang para Guru di era tahun 90-2000 an
“Hiburan live musik, sederhana saja yang penting silaturahmi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Harian IKA SMU Kesatuan 1, Azhari mengungkapkan kekagumannya atas antusiasme peserta.
“Empat hari sebelum acara, pendaftar membludak. Awalnya tidak sampai 100 orang, tapi di hari H mencapai 350 orang dari 16 angkatan yang hadir,” jelas Azhari.
Angka ini mempertegas meskipun sekolah secara fisik sudah tidak beroperasi, ikatan batin sekitar 3.000 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia tetap kuat. Sebagai catatan, pada reuni akbar 2019, tercatat 1.400 alumni sempat berkumpul kembali.
Satu Meja Multi Profesi
Momen ini menjadi ajang silaturahmi yang setara. Alumni yang kini sukses berkarir sebagai pejabat publik hingga pengusaha besar duduk berbaur dalam suasana sederhana. Mereka datang dari berbagai daerah seperti Sangatta, Balikpapan, Bontang dan Tenggarong, bahkan dalam skala reuni akbar biasanya dihadiri rekan dari Riau, Ternate, hingga Pulau Jawa.
Mimpi Membangun Kembali ‘Sekolah’ yang Hilang
Ada satu cita-cita besar yang terus didengungkan dalam setiap pertemuan: membangun kembali SMU Kesatuan. IKA SMU Kesatuan 1 telah mendeklarasikan niat ini dan mulai menempuh jalur formal. Kendati diakui, diperlukan effort yang kuat, sebabnya gedung lama sekolah SMU Kesatuan di Jalan S Parman itu sejak 2015 tidak lagi melanjutkan operasionalnya.
“Sudah ada pembicaraan untuk membangun kembali sekolah ini. Kami bahkan sudah berkonsultasi dengan badan hukum dan notaris terkait akta, meski kami tahu biayanya tidak sedikit,” tambah Azhari.
Solidaritas yang Abadi
Bagi para alumni angkatan 85, 90, hingga 2000-an yang rutin bertemu, acara ini adalah pengingat identitas sebagai keluarga besar SMU Kesatuan akan selalu melekat. Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi pasca-Lebaran, melainkan bukti bahwa persaudaraan mereka memang benar-benar tak lekang oleh waktu. (*)





