Manpatu Berlayar Menuju Kaltim ; PHM Serap 360 Pekerja Lokal di Tengah Badai PHK

Proyek Pengembangan Lapangan Manpatu milik PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) memasuki babak baru dengan keberhasilan pengapalan (Sail Away) unit Topside seberat 1.000 ton dari fasilitas fabrikasi di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Jumat (17/4/2026).

HARIANRAKYAT.CO, TENGGARONG – Kabar baik datang dari sektor hulu migas untuk masyarakat Kalimantan Timur.

Proyek Pengembangan Lapangan Manpatu milik PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) memasuki babak baru dengan keberhasilan pengapalan (Sail Away) unit Topside seberat 1.000 ton dari fasilitas fabrikasi di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Jumat (17/4/2026).

Anjungan lepas pantai ini kini tengah menempuh perjalanan laut sejauh 1.930 km menuju lokasi instalasi di perairan Balikpapan. Targetnya, proyek fast track ini akan mulai beroperasi (onstream) pada Kuartal I 2027 mendatang.

Oksigen bagi Tenaga Kerja Kaltim

Dibalik kecanggihan teknisnya, Proyek Manpatu membawa misi sosial yang krusial. Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji yang hadir langsung dalam seremoni pengapalan tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap keterlibatan putra daerah.

Di tengah tren pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menghantui beberapa sektor di Kaltim, PHM justru mendatangkan dan memberdayakan lebih dari 360 pekerja terampil asal Kaltim untuk bekerja di fasilitas fabrikasi proyek ini.

“Saat banyak PHK terjadi di Kalimantan Timur, PHM memberikan kontribusi yang sangat berarti melalui penyerapan tenaga kerja terampil kita. Ini adalah langkah nyata dalam menjaga kesejahteraan warga di tengah tantangan ekonomi,” tutur Seno Aji.

Tulang Punggung Energi Nasional

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi menjelaskan Topside setinggi raksasa ini akan menjadi pusat fasilitas pemrosesan, pengeboran, dan akomodasi bagi para pekerja di tengah laut. Dengan kapasitas desain mencapai 80 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd), Lapangan Manpatu diproyeksikan menjadi tulang punggung baru dalam menjaga lifting migas nasional.

“Proyek ini adalah wujud inovasi kami di tengah lapangan-lapangan yang sudah mature (tua). Kita dituntut bergerak cepat dan tetap menjaga keunggulan operasional,” tegas Setyo.

Rekor Keselamatan Kerja

Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menambahkan bahwa keberhasilan teknis ini dibarengi dengan komitmen keselamatan yang ketat. Hingga Maret 2026, proyek ini mencatatkan lebih dari dua juta jam kerja tanpa kecelakaan (Lost Time Incident).

“Keselamatan adalah prioritas utama. Capaian ini mencerminkan kesiapan kami mengeksekusi proyek secara selamat, cepat, dan terintegrasi demi masa depan energi bangsa,” pungkas Anto.

Target Mendatang

Setelah Topside tiba dan terpasang, PHM menjadwalkan pengeboran perdana pada Kuartal IV 2026. Secara keseluruhan, akan ada 11 sumur pengembangan yang dibor untuk memastikan aliran energi dari perut bumi Kalimantan terus menyala untuk Indonesia. (*)

Bagikan: