HARIANRAKYAT.CO, SAMARINDA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Samarinda memastikan struktur organisasi partai hingga tingkat bawah hampir sepenuhnya rampung.
Ketua DPC Gerindra Samarinda, Helmi Abdullah mengatakan, konsolidasi partai telah dilakukan hingga tingkat kecamatan dan akan dilanjutkan ke pengurus anak ranting setelah Lebaran.
Menurutnya, pembentukan struktur tersebut menyesuaikan dengan jumlah rukun tetangga (RT) yang ada di Kota Samarinda, yakni sekitar 1.971 RT.
“Tingkat kecamatan sudah final. Setelah Lebaran kita lanjutkan pembentukan pengurus anak ranting. Di Samarinda ada sekitar 1.971 RT dan kita sudah memiliki struktur hingga tingkat itu,” ujar Helmi seusai buka puasa bersama di Kantor DPD, Air Putih, Samarinda (10/3/2026).
Ia menjelaskan, konsolidasi tersebut merupakan bagian dari persiapan jangka panjang partai menjelang verifikasi administrasi partai politik untuk Pemilu 2029.
Helmi menyebut, selama satu tahun terakhir pasca Pilkada, kader Gerindra akan kembali turun ke lapangan untuk memastikan struktur partai tetap solid. Seperti slogan yang diluncurkan di hari ulang tahunnya yang ke 12 yaitu, Kompak, Bergerak, Berdampak.
“Kalau pengurusnya masih utuh kita pertahankan. Kalau ada yang meninggal atau pindah mengikuti keluarga, tentu akan kita benahi kembali,” katanya.
Menurutnya, pembenahan struktur partai akan terus dilakukan hingga 2027 sebagai bagian dari persiapan menghadapi proses verifikasi partai politik menjelang Pemilu 2029.
Terkait dinamika politik menuju Pilkada 2029, Helmi menegaskan dirinya sebagai kader partai siap menjalankan apa pun keputusan yang diambil oleh partai.
“Sebagai kader, apa pun arahan dan keputusan partai saya selalu siap. Kalau diberi kesempatan maju tentu saya siap,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan keputusan terkait kandidat yang akan diusung nantinya akan melalui proses survei dan penilaian dari partai.
“Partai pasti melakukan survei untuk melihat kader mana yang layak maju dalam kontestasi. Karena itu kita harus serius bekerja dari sekarang, memperbaiki struktur dan terus turun ke masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Helmi juga menilai sejumlah program pembangunan di Samarinda sudah berjalan baik dan dirasakan langsung masyarakat di pemerintahan kota Andi Harun dan Saefuddin Zuhri.
Salah satunya adalah program Program Pro Bebaya yang dinilainya mampu mendorong pemerataan pembangunan di tingkat lingkungan.
“Program Pro Bebaya itu bagus dan patut dicontoh. Program ini membantu pemerataan pembangunan di lingkungan, seperti usulan-usulan kecil yang biasanya muncul dalam musrenbang,” katanya.
Namun demikian, Helmi menilai program tersebut tetap perlu didukung dengan program pembangunan lain yang lebih besar, khususnya terkait penanganan banjir, pendidikan, dan kesehatan.
Menurutnya, dalam berbagai kegiatan reses yang ia lakukan, masyarakat sering mengusulkan pembangunan infrastruktur lingkungan seperti drainase, semenisasi jalan, turap anak sungai, hingga tanggul.
“Kita bagi tugas aja. Kalau untuk kebutuhan kecil bisa ditangani melalui Pro Bebaya, tetapi untuk pembangunan yang lebih besar tentu menjadi tugas pemerintah provinsi maupun pusat,” jelasnya.
Helmi berharap kehadiran wakil rakyat dan pemerintah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kehadiran kita harus bisa memberi manfaat bagi Kota Samarinda. Pemimpin itu harus bisa mengeksekusi program, bukan sekadar memberi janji, sehingga kebutuhan masyarakat benar-benar terpenuhi,” pungkasnya. (*)





