Fokus Bantu Rakyat, Rendi Solihin Harap Kader PDI-P Kukar Tinggalkan Konflik Internal

Ketua DPC PDI Perjuangan Kukar, Rendi Solihin.(Istimewa)

HARIANRAKYAT.CO, TENGGARONG – Ketua DPC PDI Perjuangan Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin memberikan instruksi tegas kepada seluruh kader partai untuk memprioritaskan kerja nyata di tengah masyarakat.

Hal ini ditekankan Rendi saat membuka Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan yang digelar di Gedung Putri Karang Melenu, Tenggarong Seberang, Sabtu (25/4/2026).

Dalam forum konsolidasi tersebut, Rendi meminta kader di seluruh tingkatan—mulai dari DPC, PAC, hingga ranting di 20 kecamatan—untuk menanggalkan segala bentuk konflik internal. Menurutnya, energi partai harus diabdikan sepenuhnya untuk memperkuat basis akar rumput guna menyongsong agenda politik tahun 2029.

“Menuju 2029, kita tidak boleh lengah dan tidak boleh terjebak dalam konflik internal. Fokus kita adalah kerja nyata di tengah masyarakat,” tegas Rendi di hadapan ratusan kader.

Kawal Program Pembangunan Daerah

Lebih lanjut, Rendi yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Kutai Kartanegara ini menekankan eksistensi partai harus dirasakan manfaatnya melalui pengawalan program pemerintah, khususnya visi Kukar Idaman Terbaik.

Ia memandang kader partai sebagai instrumen penting untuk memastikan program pembangunan benar-benar tepat sasaran.

“Kita ingin memastikan program Kukar Idaman Terbaik berjalan dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, kader harus hadir, membantu, dan menjadi bagian dari solusi di lapangan,” imbuhnya.

Strategi 2029 : Kedekatan dengan Rakyat dan Regenerasi

Rendi menilai, kemenangan politik di masa depan tidak hanya bergantung pada strategi di atas kertas, tetapi pada seberapa jauh kader mampu menyerap aspirasi dan merespons kebutuhan warga secara langsung.

Selain penguatan basis massa, PDI Perjuangan Kukar juga tengah melakukan langkah strategis melalui penyegaran struktur organisasi. Rendi menyebutkan, pelibatan lebih banyak kader muda menjadi prioritas dalam upaya regenerasi partai.

“Kunci ke depan adalah kebersamaan, kedekatan dengan masyarakat, dan keberpihakan kepada rakyat. Itu yang harus terus kita jaga,” pungkasnya.

Musancab ini menjadi momentum krusial bagi PDI Perjuangan Kukar untuk merapatkan barisan pasca-Pemilu 2024, sekaligus memanaskan mesin partai sebagai modal utama menghadapi kontestasi politik 2029 mendatang.

Bagikan: