Disperkim Kukar Tingkatkan Fasilitas Air Bersih, Dukung Pemerataan Pembangunan

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kukar, M. Aidil

HARIANRAKYAT.CO, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pemerataan akses air bersih melalui peningkatan fasilitas penyediaan air di sejumlah kecamatan.

Upaya ini menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah yang belum terjangkau jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Langkah tersebut sejalan dengan Misi Kukar Idaman Terbaik, yakni Terbaik dalam Pengembangan Dasar Pembangunan Kewilayahan yang Berkeadilan.

Implementasinya turut didukung Program Dedikasi Permukiman Idaman Terbaik yang berfokus pada perluasan cakupan layanan air bersih.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kukar, M. Aidil menjelaskan peningkatan fasilitas dilakukan untuk mengoptimalkan sarana yang telah tersedia sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.

“Sejak 2020, sudah ada sekitar 50 titik fasilitas yang dibangun. Tahun ini, peningkatan kami lakukan di beberapa kecamatan dengan melihat kebutuhan masyarakat dan kondisi fasilitas yang ada,” ungkap Aidil, Rabu (28/10/2026).

Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian di antaranya Samboja, Muara Jawa, dan Anggana. Peningkatan tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan sarana air bersih, khususnya bagi masyarakat yang belum memperoleh layanan melalui jaringan PDAM.

Aidil menyebut, upaya memperluas cakupan layanan tidak cukup hanya dengan membangun atau meningkatkan fasilitas secara fisik. Keberlangsungan pengelolaan juga perlu diperhatikan agar sarana yang tersedia benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Selain peningkatan teknis dan operasional, kami juga melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat penerima manfaat yang mengelola fasilitas tersebut. Harapannya, mereka mampu menjalankan pengelolaan air bersih secara mandiri,” jelasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Disperkim Kukar menjalin kerja sama dengan PDAM dalam memberikan pelatihan kepada kelompok pengelola. Materi pelatihan mencakup tata cara pengoperasian fasilitas, proses pengolahan air, hingga penggunaan bahan kimia secara tepat.

Menurut Aidil, pemahaman mengenai proses pengolahan menjadi salah satu hal penting untuk menjaga kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat.

“Penggunaan bahan kimia harus dilakukan dengan benar. Kami tidak ingin terjadi kesalahan dalam proses pencampuran yang justru berdampak terhadap kualitas air. Karena itu, pelatihan bersama PDAM perlu terus dilakukan,” tuturnya.

Pelatihan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus mengurangi keluhan masyarakat terkait kondisi air yang keruh. Dengan kemampuan pengelolaan yang lebih baik, fasilitas diharapkan dapat beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Aidil menambahkan, penguatan pengelolaan fasilitas menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah memperluas akses air bersih secara berkelanjutan, terutama di kawasan yang memiliki keterbatasan jaringan pelayanan.

“Fasilitas yang sudah dibangun harus bisa dimanfaatkan dengan baik. Karena itu, peningkatan sarana perlu berjalan beriringan dengan kemampuan pengelolaannya agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi,” pungkasnya.

Melalui Program Dedikasi Permukiman Idaman Terbaik, Pemkab Kukar diharapkan dapat terus memperluas jangkauan pelayanan air bersih sebagai bagian dari pemerataan pembangunan kewilayahan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. (Adv)

Bagikan: