HARIANRAKYAT.CO, SAMARINDA – Jembatan Beton Garuda resmi dibuka pada Rabu (22/4/2026), menghubungkan kawasan RT 30 Handil Bakti dengan RT 23 Simpang Pasir yang selama ini terkendala akses.
Kehadiran jembatan tersebut langsung disambut antusias warga yang telah lama menantikan infrastruktur penghubung tersebut.
Peresmian dilakukan oleh Pangdam VI/Mulawarman, Krido Pramono, didampingi Wali Kota Samarinda, Andi Harun serta unsur Forkopimda.
Kegiatan ini turut dirangkaikan dengan penebaran 10.000 benih ikan nila, penanaman pohon durian musang king, dan pembagian 100 paket bantuan kepada masyarakat setempat.
Bagi warga, kehadiran jembatan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan solusi atas keterbatasan mobilitas yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kini, akses pendidikan, distribusi barang, hingga aktivitas ekonomi menjadi lebih lancar dan aman.
Dalam kesempatan itu, Walikota Andi Harun menyampaikan apresiasi terhadap jajaran Kodam VI/Mulawarman yang mampu menyelesaikan pembangunan dalam waktu singkat. Menurutnya, kecepatan tersebut mencerminkan disiplin kerja yang patut dicontoh oleh seluruh elemen pemerintahan.
“Pekerjaan kilat dari 25 Maret hingga 11 April 2026 ini mencerminkan disiplin luar biasa. Ini juga bentuk nyata kehadiran negara bagi masyarakat,” ungkap Andi Harun.
Andi Harun menegaskan, jembatan ini memiliki peran strategis sebagai penghubung vital yang mampu memutus isolasi wilayah, mempercepat arus logistik, serta meningkatkan keselamatan mobilitas warga, khususnya pelajar. Bahkan, proyek ini disebut sebagai prototipe pembangunan jembatan bentang pendek di berbagai wilayah Kota Samarinda.
Pada kesempatan yang sama, pemerintah juga melakukan groundbreaking enam titik jembatan baru di sejumlah wilayah, antara lain Rawamakmur, Bantuas, Bukuan, Lok Bahu, Lempake, dan Sungai Kapih. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarwilayah di Samarinda.
Sementara itu, Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono, menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini dilandasi semangat kebersamaan lintas sektor.
“Kalau bukan karena cinta, saya tidak hadir meresmikan jembatan ini. Ini adalah hasil gotong royong TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat,” ucapnya.
Mayjen Krido menyebutkan pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program karya bakti TNI Angkatan Darat yang menargetkan pembangunan ribuan jembatan di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses. Dengan waktu pengerjaan sekitar 16 hari, proyek ini dinilai sebagai bukti nyata kolaborasi yang efektif.
Sementara itu, Ketua LPM Handil Bakti, Sutrisno mengaku terharu atas terealisasinya pembangunan tersebut. Ia berharap masyarakat dapat menjaga jembatan sebagai aset bersama yang memberikan manfaat jangka panjang. Kini, Jembatan Garuda tak hanya menjadi penghubung wilayah, tetapi juga simbol gotong royong dan harapan baru bagi warga sekitar. (ADV)





