Lapak Darurat Pasar Segiri Dibangun, Pemkot Samarinda Cegah Gangguan Distribusi Pangan

(Foto: Asisten II Setda Kota Samarinda, Marnabas Pattiroy/doc)

HARIANRAKYAT.CO, SAMARINDA – Pasca kebakaran yang melanda kawasan Pasar Segiri, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bergerak cepat membangun lapak sementara bagi para pedagang.

Langkah ini diambil guna memastikan aktivitas perdagangan bahan pangan tetap berjalan serta mencegah terganggunya distribusi komoditas kebutuhan pokok di kota tersebut.

Kepada awak media, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy mengungkapkan, pembangunan lapak sementara saat ini telah memasuki tahap pengerjaan.

Baca juga  Wali Kota Samarinda Tinjau Pembangunan Rumah Dinas untuk Personel Denpom

Untuk itu, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,1 miliar untuk mendukung pembangunan fasilitas darurat tersebut.

“Saat ini sedang proses pengerjaan. Atap baja ringan dan tiangnya kita minta ulin supaya kuat. Tapi ini kan sementara bangunannya untuk 140 pedagang,” ungkap Marnabas. Kamis (9/4/2026).

Selain itu, Marnabas menjelaskan pembangunan lapak sementara dapat rampung pada Mei mendatang sehingga para pedagang dapat segera kembali beraktivitas.

Baca juga  Pasca Demonstrasi 214 di, Ratusan Petugas DLH Samarinda Bersihkan Sampah di Titik Aksi

“Karena kan baja ringan saja. Yang artinya pembangunannya tidak memerlukan watu lama” Jelasnya.

Menurutnya, percepatan pembangunan menjadi langkah krusial karena Pasar Segiri merupakan pusat distribusi bahan pangan utama di Samarinda, terutama untuk komoditas sayur-mayur yang diperdagangkan secara grosir.

“Jadi harus ada tanggap cepat, gerakan cepat untuk membangun itu. Karena itu kan seperti tomat, kol, sayur-sayuran lain, semua di situ. Kalau itu kita biarkan lama-lama, bisa terjadi inflasi, kol mahal, cabai mahal,” ucap Marnabas.

Baca juga  BPS Klaim Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2025 Capai 5,12 Persen

Selain itu, Marnabas menambahkan pendanaan pembangunan lapak sementara berasal dari skema Belanja Tidak Terduga (BTT) mengingat kebakaran yang terjadi bersifat darurat dan berdampak luas terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Tetap jalan mekanismenya. Kita harap pembangunan ini mampu mempercepat pemulihan perdagangan sekaligus menjaga stabilitas harga pangan. “Ini kan menyangkut kepentingan orang banyak,” pungkasnya. (ADV)

Bagikan: