HARIANRAKYAT.CO, TENGGARONG – PT REA Kaltim Plantations hari Rabu (11/2/2026) secara simbolis menyerahkan bantuan program kegiatan produktif di Rumah Jabatan Bupati Kukar.
Sebanyak 6 unit kendaraan operasional Triton diserahkan kepada koperasi warga desa Kembang Janggut.
PT REA Kaltim adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit PMA terkemuka yang beroperasi di Kalimantan Timur sejak 1991, dengan fokus pada produksi minyak sawit berkelanjutan (RSPO & ISCC certified). Berpusat di Kutai Kartanegara, perusahaan ini mengelola puluhan ribu hektar perkebunan dan pabrik kelapa.
Presiden Direktur PT REA Kaltim, Luuk menyebut program Kegiatan Usaha Produktif kerja sama kemitraan ini menjadi solusi bagi desa-desa yang mengalami keterbatasan lahan plasma, khususnya di wilayah Kutai Kartanegara.
Menurutnya, di sejumlah kecamatan, ketersediaan lahan untuk plasma saat ini sudah sangat terbatas, sehingga dibutuhkan skema alternatif agar masyarakat tetap memperoleh haknya.
“Program ini merupakan salah satu solusi untuk membantu desa-desa yang tidak memiliki cukup lahan plasma. Kita mengetahui bahwa di beberapa wilayah, ketersediaan lahan untuk plasma sudah sangat terbatas,” kata Luuk kepada awak media seusai kegiatan.
Program ini menjadi kesempatan pertama bagi Kecamatan Kembang Janggut, dan dapat berjalan sukses serta mendapat persetujuan dari BPN.
Ia menjelaskan, target dari kerja sama ini adalah memastikan masyarakat tetap mendapatkan hak plasma dengan nilai dan produk yang setara, yakni masa kemitraan selama 25 tahun dengan estimasi nilai sekitar Rp30 juta per hektare.
Selain itu, desa juga memperoleh dukungan fasilitas berupa bantuan alat berat serta desain pengelolaan kebun yang telah disiapkan perusahaan.
“Masyarakat tetap mendapatkan hak plasma dengan nilai dan produk yang sama. Masa kemitraannya 25 tahun dengan estimasi sekitar Rp30 juta per hektare. Desa juga mendapatkan dukungan fasilitas, termasuk bantuan alat berat dan desain pengelolaan,” jelasnya.
Ke depan, skema serupa akan diterapkan di wilayah lain yang mengalami kekurangan lahan plasma. Jika masih tersedia lahan, maka akan digunakan pola kemitraan biasa. Namun, apabila lahan tidak tersedia, maka sistem kerja sama alternatif ini akan diberlakukan.
Untuk tahap awal, program dilaksanakan di Kecamatan Kembang Janggut. Selanjutnya, wilayah lain seperti Tabang juga direncanakan akan menerapkan pola yang sama.
Luuk menambahkan, penyerahan unit bantuan yang dilakukan saat ini merupakan yang pertama kali, meski penandatanganan kerja sama sebenarnya telah dilakukan sejak tahun lalu.
“Mudah-mudahan program ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan dapat berjalan sesuai harapan,” pungkasnya. (*)





