Protes Meluas, Pemadaman Internet & Kekerasan Memuncak di Iran

Dari masa ke masa Amerika Serikat Terus Intervensi Negara Islam Iran

HARIANRAKYAT.CO, SAMARINDA — Iran tengah menghadapi salah satu krisis domestik paling serius dalam beberapa tahun terakhir, dengan gelombang protes besar-besaran, kemerosotan ekonomi yang tajam, dan tindakan keras pemerintah yang memicu kecaman internasional serta meningkatnya ketidakstabilan dalam negeri.

Protes Warga Meluas di Banyak Kota

Gelombang protes nasional yang dimulai pada akhir Desember 2025 menyebar ke banyak kota besar termasuk Teheran, Isfahan, Shiraz, Mashhad, dan Zahedan. Demonstrasi awalnya dipicu oleh kemarahan publik akibat inflasi tinggi, penurunan tajam nilai tukar mata uang rial, dan tekanan ekonomi akibat sanksi internasional, namun cepat berkembang menjadi tuntutan yang lebih luas termasuk penolakan terhadap rezim saat ini.

Protes ini telah menjadi salah satu tantangan terbesar terhadap kekuasaan Republik Islam sejak protes besar tahun 2022, dengan slogan-slogan yang tidak hanya menyoroti kondisi ekonomi tetapi juga mengecam struktur politik saat ini.

Pemadaman Internet dan Pembatasan Komunikasi

Otoritas Iran memberlakukan pemadaman internet nasional hampir total sejak 8 Januari 2026 untuk membatasi penyebaran informasi dan menghambat koordinasi massa. Pemadaman tersebut berdampak besar pada komunikasi dalam dan luar negeri, meskipun pelapor melaporkan akses terbatas beberapa layanan kini mulai dipulihkan.

Respons Pemerintah & Kekerasan yang Meningkat

Kekerasan dalam merespons protes telah meningkat drastis. Laporan dari organisasi hak asasi manusia menyebutkan ribuan demonstran telah tewas akibat tindakan keras aparat keamanan. Beberapa rumah sakit di Teheran bahkan menangani ratusan kasus luka tembak serius, terutama cedera pada mata dan kepala yang menunjukkan taktik represif yang mematikan.

Sementara itu, kepala badan kehakiman Iran menyatakan akan mempercepat proses peradilan dan eksekusi bagi tersangka penghasut protes, langkah yang menimbulkan kecaman internasional dan peringatan keras dari sejumlah negara.

Jumlah Korban dan Penahanan

Menurut berbagai laporan, jumlah korban tewas akibat unjuk rasa kini diperkirakan telah melampaui ribuan orang, dengan angka yang diperdebatkan antara ribuan hingga puluhan ribu tergantung sumbernya. Selain itu, puluhan ribu orang dilaporkan telah ditangkap dalam operasi pemerintah untuk menumpas demonstrasi.

Latar Belakang Ekonomi yang Memicu Ketegangan

Krisis ekonomi menjadi salah satu akar ketidakpuasan publik. Nilai tukar rial terus merosot drastis, inflasi tetap tinggi, dan harga kebutuhan pokok melonjak, mendorong demonstrasi yang dipicu ketidakmampuan banyak warga untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Kondisi Politik & Tekanan Internasional

Krisis domestik ini turut mempengaruhi posisi Iran dalam hubungan internasional. Pemerintah menghadapi tekanan luar negeri, terutama dari Amerika Serikat dan negara-negara Barat yang mengecam tindakan keras terhadap demonstran. Sebaliknya, Iran memperingatkan intervensi asing dapat mengarah pada eskalasi yang lebih besar dan potensi konflik regional.(**)

Bagikan: