HARIANRAKYAT.CO, TENGGARONG — Pameran Produk Daur Ulang Sampah dan launching Pegiat Daur Ulang Kabupaten Kutai Kartanegara berlangsung meriah di Taman Tanjong, Tenggarong, Minggu (30/11/2025).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono yang menegaskan pentingnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan dan ekonomi keluarga.
Komunitas penggiat daur ulang ini digagas oleh ibu-ibu PKK dan desa se-Kutai Kartanegara. Tercatat 1.632 peserta dari 20 kecamatan terlibat aktif dalam gerakan ini.
“Masalah sampah tidak akan pernah habis. Maka yang paling penting adalah kesadaran serta kemampuan masyarakat untuk mengolah sampah menjadi produk unggulan bernilai ekonomis,” tutur Sekda Sunggono dalam sambutannya.
Menurutnya, upaya para penggiat daur ulang sudah sejalan dengan visi misi Bupati Kukar. Pemerintah daerah berharap setiap desa mampu menghadirkan produk unggulan hasil daur ulang sampah berdasarkan potensi lokal masing-masing, tanpa harus seragam.
Ia juga menyinggung pengalamannya saat berkunjung ke Jepang, di mana budaya disiplin dan tata kelola kebersihan masyarakat menjadi kuat karena dibangun sejak dari rumah hingga lingkungan.
“Di Jepang, masyarakat sangat disiplin menjaga kebersihan. Prinsip itu yang ingin kita adopsi. Bila sampah dikelola dengan baik, tidak hanya lingkungan yang sehat, tapi juga membuka peluang ekonomi baru,” ujarnya.
Dukungan dari Pemkab Kukar IDAMAN
Gerakan ini menjadi bagian dari pelaksanaan program Kukar Idaman (Inovatif, Daya Saing dan Mandiri) yang dicanangkan Bupati. Program ini menekankan pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.
Sejumlah perangkat daerah ikut terlibat mendukung pelaksanaan kegiatan, antara lain Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Pariwisata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK).
Sekda menilai, sinergi lintas sektor ini penting agar gerakan masyarakat tidak hanya sebatas kampanye kebersihan, tetapi berkembang menjadi ekonomi sirkular desa. Pemkab Kukar disebutnya akan memperkuat pembinaan, pemasaran produk, hingga integrasi ke sektor pariwisata dan UMKM lokal.
“Kami ingin gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan desa yang berkelanjutan. Pemerintah daerah siap mendukung, baik melalui program pemberdayaan, pendidikan lingkungan, maupun promosi produk daur ulang ke pasar lebih luas,” tegasnya.
Pameran menampilkan beragam inovasi produk daur ulang — mulai dari kerajinan rumah tangga, aksesori, pot tanaman, hingga instalasi seni dari limbah plastik dan organik. Kegiatan ini juga dirangkai dengan edukasi pengelolaan sampah dan diskusi bersama penggiat UMKM lokal.
Pengelolaan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga bagian dari strategi ekonomi sirkular yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama target SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan), SDG 11 (Kota dan Pemukiman Berkelanjutan) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). (JO/ADV)





