HARIANRAKYAT.CO, TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memperkuat layanan kesehatan primer melalui Posyandu dan Puskesmas dengan menyiapkan kader kesehatan yang dibekali kompetensi menyeluruh, mulai dari pelayanan calon pengantin hingga lansia.
Strategi ini menjadi bagian penting dalam upaya menekan angka stunting.
Hal itu ditegaskan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Kusnandar seusai kegiatan Advokasi, Koordinasi dan Bimbingan Teknis Tim Pembina Posyandu di Grand Elty Singgasana, Tenggarong, Kamis (27/11/2025).
“Yang pertama kita tingkatkan kompetensi dasar kader supaya mampu memberikan pelayanan siklus hidup masyarakat, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, bersalin, bayi baru lahir, balita, remaja, dewasa sampai lansia,” ujar kepada media ini.
Ia menjelaskan, sebelum layanan diperluas, penguatan SDM kader menjadi langkah awal yang harus disiapkan. Layanan juga akan didekatkan dengan masyarakat melalui integrasi ke Posyandu induk dan pembantu agar pelayanan preventif bisa dilakukan lebih cepat dan efektif, sebelum ke Puskesmas.
“Jadi kita siapkan dulu SDM-nya, dan pelayanan kesehatan kita dekatkan agar terintegrasi ke posyandu pembantu dan induk. Dengan begitu, pelayanan preventif bisa dilakukan oleh kader,” lanjutnya.
Kusnadar menyebut Dinkes Kukar bertugas mempersiapkan kader, sementara pembangunan sarana fisik menjadi kewenangan DPMP. Ia juga menegaskan layanan kesehatan Posyandu merupakan bagian dari pemenuhan 6 bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) yakni, pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.
“Wilayah terkecil seperti Posyandu ini bisa melayani masyarakat dan harus dimanfaatkan. Perlu disadari, kesehatan itu kebutuhan. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pemeriksaan rutin penting untuk deteksi dini agar bisa ditangani lebih cepat,” tambahnya.
Ia juga menyatakan, pemerintah daerah membutuhkan dukungan semua pihak hingga level kecamatan.
“Pemkab Kukar melalui Dinas Kesehatan mengharapkan peran camat agar program berjalan optimal,” kata Kusnadar.
Terkait tenaga kesehatan, ia memastikan bahwa petugas sudah disiagakan. “Alhamdulillah sudah disiapkan satu tenaga kesehatan dan kader dari DPMP,” ungkapnya.
Angka stunting di Kukar berhasil ditekan dari 17 persen menjadi 14,2 persen pada 2024. Meski anggaran 2026 diproyeksi lebih terbatas, Pemkab Kukar tetap memprioritaskan kesehatan.
Dengan peningkatan kompetensi kader, integrasi layanan hingga tingkat Posyandu, serta dukungan lintas sektor dan kecamatan, Pemkab Kukar optimistis penurunan stunting dapat dipertahankan secara berkelanjutan. (JO/ADV)





