HARIANRAKYAT.CO, SAMARINDA – Isu transisi energi, redistribusi kewenangan pengelolaan sumber daya alam (SDA), hingga desakan optimalisasi Partisipasi Interest (PI) 10 persen bagi daerah mengemuka dalam diskusi strategis yang menghadirkan Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Syafruddin, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri serta perwakilan Apindo Kaltim.
Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Syafruddin menyinggung pentingnya percepatan transformasi energi hijau, termasuk implementasi B50 bersama PT Pertamina Patra Niaga guna mendukung swasembada energi nasional. Di sisi lain, ia mengingatkan keterbatasan cadangan batu bara Kaltim yang diperkirakan berpotensi habis dalam 20 hingga 30 tahun ke depan meski saat ini cadangan nasional mencapai 3,49 miliar ton.
“Kita punya waktu sekitar 30 tahun untuk mengelola sisa cadangan ini dengan bijak agar bisa diwariskan ke anak cucu. Selain itu, kami mendorong kewenangan pengelolaan lingkungan dan sektor tambang tertentu perlahan dikembalikan ke daerah agar Pemda bisa memantau langsung dan menarik PAD secara optimal,” tegas Syafruddin.
Hak Participating Interest (PI) 10 persen di sektor hulu migas bukanlah pemberian gratis (given), melainkan perjuangan daerah yang harus dikelola secara jujur BUMD/Perusda.
“Kami di DPR RI siap jadi garda terdepan memperjuangkan perut rakyat, catatannya Perusda harus profesional,” tambahnya.
Menanggapi tantangan tersebut, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri menegaskan komitmen Pemkab Kukar dalam mengawal transisi dari ekonomi ekstraktif menuju non-ekstraktif.
“Tugas kami dalam lima tahun ini adalah membangun fondasi transisi ekonomi. Hitungannya memang panjang, tapi harus kita mulai dari sekarang. Kukar dan Pemda harus menjadi pelaku langsung dalam proses energi agar masyarakat merasakan manfaat secara riil,” ujar Aulia.
Sementara itu, perwakilan Apindo Kaltim menyampaikan kritikan tajam terkait kontribusi besar Kaltim bagi pusat yang dinilai belum sebanding dengan manfaat yang diterima daerah. Pihaknya menilai jika sistem bagi hasil dan kewenangan tidak diubah secara mendasar, daerah akan terus kesulitan.
Diskusi dengan Wagub Kaltim, Seno Aji dalam tema Energi Forum arus bawah.co di ruang olah bebaya, komplek gubernur kaltim, membangun komunikasi dengan presiden RI8 bersama lintas stakeholder dan para pemangku kepentingan untuk terus mendorong optimalisasi sektor migas dan pertambangan demi kesejahteraan masyarakat daerah. (Y)





