Kebakaran di Loa Ipuh Tenggarong Hanguskan 11 Rumah, Dua Bocah Meninggal Dunia

Bencana kebakaran hebat melanda kawasan pemukiman padat penduduk di Jalan Kartini, Gang Karya, RT 61 dan RT 26, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, Selasa (13/10/2026) menjelang tengah malam.

HARIANRAKYAT.CO, TENGGARONG – Bencana kebakaran hebat melanda kawasan pemukiman padat penduduk di Jalan Kartini, Gang Karya, RT 61 dan RT 26, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, Selasa (13/10/2026) menjelang tengah malam.

Peristiwa tragis ini mengakibatkan 11 unit bangunan hangus terbakar, dua orang anak meninggal dunia, serta satu orang dewasa mengalami luka bakar.

Dua korban jiwa yang terperangkap dalam kobaran api teridentifikasi bernama Ali (7) dan adiknya, Husin (3). Sementara sang ayah, Hamri Noor (42), dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya saat berupaya menyelamatkan buah hatinya.

Kapolres Kutai Kartanegara melalui Kapolsek Tenggarong, AKP Nahrawi mengonfirmasi insiden memilukan yang terjadi sekitar pukul 23.50 WITA tersebut.

“Benar telah terjadi musibah kebakaran di Loa Ipuh. Dalam peristiwa ini, dua orang anak meninggal dunia, satu warga mengalami luka bakar, dan sebanyak 11 unit bangunan terdampak. Kerugian materiil sementara ditaksir mencapai Rp3 miliar,” terang AKP Nahrawi saat dikonfirmasi, Rabu (14/10/2026) pagi.

Berdasarkan hasil pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) kepolisian di lokasi kejadian, titik api diduga kuat pertama kali muncul akibat korsleting listrik dari rumah milik Hamri Noor.

Menurut keterangan saksi mata, Basuki (57), dirinya terbangun setelah mendengar teriakan tetangga. Saat mendatangi lokasi, ia melihat meteran listrik di rumah Hamri Noor sudah terbakar dan sempat berupaya memadamkan kobaran api menggunakan air ember.

Di saat bersamaan, istri Hamri Noor, Maratus Salehah histeris meminta pertolongan karena kedua buah hatinya masih berada di dalam kamar. Hamri Noor lantas menerobos masuk ke dalam kobaran api untuk menyelamatkan kedua anaknya, namun usahanya gagal lantaran api menjalar begitu cepat pada bangunan yang mayoritas berkonstruksi kayu. Hamri akhirnya keluar dalam kondisi tubuh terbakar.

Kepanikan sempat meluas lantaran api dengan cepat merembet ke puluhan pintu bangunan di sekitarnya, termasuk bangunan asrama/rumah singgah Kecamatan Tabang dan sejumlah bangsal sewaan.

Amukan si jago merah baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 01.35 WITA berkat kerja keras jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar yang dibantu puluhan relawan.

Proses pencarian kedua bocah yang terjebak terus dilakukan di antara puing-puing bangunan. Tragis, pada pukul 03.28 WITA, jasad Ali dan Husin berhasil ditemukan petugas dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

AKP Nahrawi menegaskan, pihak kepolisian telah memasang garis polisi (police line) dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Langkah-langkah kepolisian sudah kita jalankan dengan mengamankan TKP, mendata saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan Ketua RT setempat. Dugaan awal pemicunya adalah korsleting listrik, namun untuk kepastian penyebab utama masih menunggu proses pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas AKP Nahrawi. (Er/Y)

Bagikan: