DPMD Kukar Hitung Kebutuhan Anggaran Internet Gratis untuk 3.212 RT

Kepala DPMD Kukar, Arianto

HARIANRAKYAT.CO, TENGGARONG – Penyediaan akses internet gratis bagi masyarakat di tingkat rukun tetangga (RT) menjadi salah satu opsi kegiatan yang tengah disiapkan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Program RT-KU Terbaik.

Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar kini mengkaji skema pengadaan perangkat hingga pembiayaan layanan internet untuk ribuan RT.

Kepala DPMD Kukar, Arianto mengatakan rencana tersebut menyasar 3.212 RT yang tersebar di wilayah Kukar. Pengadaan perangkat beserta biaya berlangganan internet selama tiga bulan diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 12 juta untuk setiap RT.

“Di angka Rp12 juta itu semua perangkat bisa dibeli, sampai pembayaran kuota internetnya untuk tiga bulan, insyaallah bisa,” kata Arianto, Kamis (22/10/2026)

Usulan ini menjadi salah satu alternatif pemanfaatan anggaran Program RT-KU Terbaik yang mengalokasikan Rp 50 juta bagi setiap RT. Dengan demikian, penyediaan fasilitas internet masih berada dalam tahap perhitungan sebelum ditentukan sebagai kegiatan yang akan dijalankan.

Arianto menjelaskan, DPMD Kukar juga mempertimbangkan kesiapan pelaksanaan program yang ditargetkan mulai berjalan pada Oktober 2026. Pemilihan kegiatan perlu memperhatikan waktu persiapan agar pelaksanaannya dapat dilakukan secara efektif dan menjangkau RT secara serentak.

Karena itu, pihaknya berupaya merumuskan kegiatan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat di lingkungan RT. Penyediaan perangkat internet gratis menjadi salah satu gagasan yang tengah didorong untuk masuk dalam pelaksanaan program tersebut.

“Kami mendorong adanya kegiatan yang nanti spesifik bisa dilaksanakan serentak, berkaitan dengan kebutuhan masyarakat wilayah RT. Rencana kita, mudah-mudahan salah satunya akan kita dorong untuk mengadakan peralatan internet desa gratis,” ujarnya.

Meski demikian, DPMD Kukar belum memastikan usulan tersebut akan direalisasikan. Simulasi anggaran masih diperlukan untuk menghitung kelayakan pembelian perangkat dan pembayaran biaya internet, sekaligus memastikan mekanisme pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan program.

Keputusan akhir juga menunggu persetujuan pimpinan. Selain aspek pembiayaan, usulan itu harus selaras dengan arah kebijakan Bupati Kukar dan kebutuhan masyarakat di tingkat RT.

“Kalau misalnya nanti kita simulasikan, pimpinan setuju, kemudian juga itu kebutuhan yang memang sesuai janji Pak Bupati sesuai juga dengan kebutuhan masyarakat, insyaallah kita laksanakan,” tutup Arianto.

Fasilitas internet gratis dapat menjadi salah satu pilihan kegiatan yang dibiayai melalui Program RT-KU Terbaik. Namun, realisasi pengadaan, jumlah penerima, serta mekanisme penyediaannya masih menunggu hasil kajian dan keputusan pemerintah daerah. (Adv)

Bagikan: