Anggota DPRD Samarinda Viktor Yuan : Ramadan Momentum Menata Integritas dan Kepemimpinan

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan.

HARIANRAKYAT.CO, SAMARINDA – Anggota DPRD Samarinda, Viktor Yuan menilai bulan Ramadan tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat integritas pribadi sekaligus kepemimpinan publik, terutama di tengah dinamika kesibukan pekerjaan dan aktivitas masyarakat.

Menurutnya, Ramadan bukan hanya ritual ibadah, tetapi waktu untuk menata kembali disiplin spiritual yang sering kali tergerus rutinitas sehari-hari.

“Ramadan tahun ini adalah momentum memperkuat integritas pribadi sekaligus kepemimpinan publik. Di tengah dinamika tugas dan agenda masyarakat, justru di bulan inilah disiplin spiritual diuji dan ditata kembali,” ujarnya.

Ia menambahkan, refleksi utama dalam menjalankan ibadah puasa adalah memahami maknanya sebagai latihan ketakwaan, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.

“Saya sering mengingat pesan Al-Qur’an bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi melatih takwa—kesadaran bahwa setiap keputusan diawasi oleh Allah SWT,” katanya.

Menjaga ibadah di tengah kesibukan

Viktor membagikan beberapa langkah praktis agar ibadah tetap berjalan konsisten meski aktivitas padat.

Pertama, ia menekankan pentingnya manajemen waktu. Shalat tepat waktu, kata dia, harus menjadi “anchor schedule” dalam keseharian. Tarawih pun tidak harus panjang, tetapi dilakukan secara konsisten, baik di masjid maupun di rumah.

Kedua, mengurangi aktivitas yang tidak mendesak. Ia menyarankan agar agenda seremonial yang tidak penting ditunda, sehingga Ramadan dapat diprioritaskan untuk ibadah dan keluarga.

Ketiga, membangun suasana religius di lingkungan kerja. Ia mencontohkan kegiatan sederhana seperti tadarus singkat sebelum aktivitas, buka puasa bersama yang disertai tausiyah, hingga memperbanyak sedekah dan kegiatan sosial.

Keempat, menjaga kondisi fisik. Istirahat cukup, pola makan sahur sehat, serta menghindari aktivitas berlebihan di siang hari dinilai penting agar ibadah tetap optimal.

Viktor mengajak menjadikan Ramadan sebagai momentum percepatan perbaikan diri.

“Ramadan bukan bulan untuk melambat dalam kebaikan, tetapi mempercepat perbaikan diri. Kesibukan bukan alasan meninggalkan ibadah, justru ibadah yang memberi kekuatan menghadapi kesibukan,” tegasnya.

Ia berharap bulan suci ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kejujuran, membersihkan niat dalam bekerja, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjaga persatuan dan toleransi antarumat beragama.

“Semoga Ramadan tahun ini menjadikan kita pribadi yang lebih sabar, lebih amanah, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Bagikan: