MTQH ke-46 Jadi Momentum Pemkab Kukar Perluas Promosi Wisata dan Seni Budaya

Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono (foto:Dj95).

HARIANRAKYAT.CO, TENGGARONG – Pengembangan pariwisata di Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya diarahkan pada pembenahan destinasi, tetapi juga melalui pemanfaatan berbagai agenda daerah untuk memperkenalkan potensi wisata kepada masyarakat luas. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar menjalankan Program Kukar Pusat Seni dan Budaya yang masuk dalam 17 Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik.

Salah satu agenda yang diproyeksikan mendukung upaya tersebut adalah Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 3-11 Desember 2026 di Kukar itu diperkirakan menghadirkan ribuan peserta dan pendamping dari berbagai kabupaten/kota.

Kehadiran para tamu tersebut dinilai menjadi kesempatan bagi daerah untuk memperkenalkan destinasi wisata sekaligus menggerakkan berbagai sektor usaha yang berkaitan dengan kebutuhan pengunjung.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono menjelaskan pemerintah daerah tengah memperkuat kesiapan pelaku industri pariwisata agar mampu menangkap peluang dari meningkatnya kunjungan selama pelaksanaan berbagai agenda daerah.

Menurutnya, pembinaan yang dilakukan Dinas Pariwisata tidak hanya menyasar pengelola objek wisata, tetapi juga mencakup pelaku usaha perhotelan, rumah makan serta berbagai pihak yang memiliki keterkaitan dengan pelayanan wisatawan.

Hal tersebut disampaikannya seusai mengikuti Ekspose Persiapan MTQH ke-46 di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Selasa (3/11/2026).

“Persiapan sektor pariwisata perlu dilakukan secara menyeluruh. Karena itu, kami terus mendorong Dinas Pariwisata membangun kesiapan para pelaku usaha, mulai dari pengelola destinasi, hotel hingga rumah makan, sehingga mereka dapat memberikan pelayanan yang baik ketika kunjungan meningkat,” ungkapnya.

Sunggono menilai penguatan kapasitas sumber daya manusia masih menjadi pekerjaan yang perlu mendapat perhatian. Sebab, besarnya potensi wisata Kukar perlu diimbangi dengan kemampuan pengelolaan dan pelayanan agar dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Di sisi lain, Program Kukar Pusat Seni dan Budaya diarahkan untuk menghubungkan kegiatan seni budaya dengan pengembangan destinasi wisata. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah daerah ingin menjadikan berbagai kegiatan yang digelar di Kukar sebagai sarana memperkenalkan kekayaan daerah sekaligus menarik minat kunjungan.

MTQH ke-46 pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda keagamaan tingkat provinsi. Momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan karakter dan potensi Kukar kepada para tamu yang datang, sekaligus membuka peluang peningkatan aktivitas usaha masyarakat.

Pemkab Kukar berharap pengembangan pariwisata yang disertai penguatan pelaku usaha dan penyelenggaraan kegiatan seni budaya dapat memberikan dampak berkelanjutan. Selain memperluas daya tarik daerah, sektor ini juga diharapkan mampu menjadi salah satu sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). (Adv)

Bagikan: