Pemkab Kukar Siapkan Waterboom Pulau Kumala, Operasional Dibidik Lebaran 2027

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin.

HARIANRAKYAT.CO, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berupaya menuntaskan pembangunan fasilitas wisata di Pulau Kumala. Salah satu yang menjadi perhatian ialah wahana waterboom yang ditargetkan sudah dapat beroperasi dan dikunjungi masyarakat saat libur Lebaran 2027.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin mengungkapkan tahapan pelelangan proyek tersebut sebenarnya telah rampung. Pemenang lelang juga sudah ditentukan, sementara anggaran pembangunan telah tersedia. Namun, realisasi pekerjaan masih tertahan karena proses penandatanganan kontrak dengan pelaksana belum diselesaikan.

Rendi menyayangkan belum berlanjutnya tahapan administrasi tersebut. Padahal, pemerintah daerah sebelumnya telah membidik momen libur Lebaran tahun depan sebagai waktu bagi masyarakat untuk mulai menikmati wahana baru itu.

“Kalau sesuai rencana awal, Lebaran 2027 masyarakat sudah bisa menikmati waterboom. Semua sebenarnya sudah siap, anggarannya tersedia dan proses lelang juga selesai. Sekarang tinggal kontrak yang harus segera dituntaskan,” kata Rendi.

Ia memastikan persoalan tersebut akan dikoordinasikan kembali dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Langkah ini diperlukan agar hambatan administrasi tidak semakin memperpanjang waktu pelaksanaan pembangunan.

Selain persoalan kontrak, kondisi fisik fasilitas waterboom juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Berdasarkan hasil peninjauan, ditemukan kebocoran di sejumlah bagian bangunan. Kendati kerusakannya relatif kecil pada masing-masing titik, jumlah lokasi yang terdampak membuat perbaikannya membutuhkan penanganan tersendiri.

Rendi menyebut kebutuhan anggaran untuk pekerjaan tersebut diperkirakan mencapai Rp2,5 miliar. Penanganan ini menjadi bagian dari upaya memastikan fasilitas yang dibangun nantinya dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Mengenai operasional, pemerintah daerah turut membuka kemungkinan pengelolaan waterboom diserahkan kepada satu perusahaan maupun pihak yang mengelola kawasan Pulau Kumala. Alternatif lainnya, fasilitas tersebut dapat dikerjasamakan melalui skema penyewaan.

Menurut Rendi, penyelesaian waterboom juga perlu berjalan seiring dengan pembenahan fasilitas lain di Pulau Kumala. Sebab, masih ada sejumlah bangunan yang belum dimanfaatkan secara optimal dan membutuhkan penyelesaian agar kawasan tersebut kembali memiliki aktivitas wisata.

Pemkab Kukar pun mendorong agar aset dan fasilitas yang telah tersedia tidak terus dibiarkan tanpa fungsi. Penyelesaian pembangunan serta kepastian pengelolaan diharapkan dapat membuka peluang pemanfaatan Pulau Kumala sebagai destinasi rekreasi masyarakat. (Adv)

Bagikan: