5 Hari Mati Air di Palaran, Warga Antre Berdesakan Hingga Jam 2 Dini Hari

HARIANRAKYAT.CO, SAMARINDA – Jeritan warga Kecamatan Palaran akibat terhentinya distribusi air bersih dari Perumdam Tirta Kencana kian memprihatinkan.

Demi menyambung kebutuhan domestik, ratusan kepala keluarga terpaksa berjibaku mengantre galon dan jerigen dari pagi, sore, hingga larut malam.

Antrean terlihat salah satunya di Terminal Instalasi Pengolahan Air (IPA) Palaran yang berlokasi di Jalan Pemuda RT 30, Kelurahan Rawa Makmur. Belasan kran darurat di lokasi tersebut menjadi tumpuan utama warga yang terdampak krisis air.

Antrean air bersih warga di Terminal Instalasi Pengolahan Air (IPA) Palaran yang berlokasi di Jalan Pemuda RT 30, Kelurahan Rawa Makmur.

Mama Orin (50), warga RT 33 Kelurahan Rawa Makmur menceritakan perjuangannya mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan harian keluarga. Bagi seorang ibu rumah tangga, air bersih merupakan kebutuhan vital yang tidak dapat ditawar.

“Sebagai ibu rumah tangga, air ini penting sekali untuk memasak dan minum. Kalau untuk mandi dan cuci, sekarang kami betul-betul berhemat, yang penting kena air dulu,” tutur Mama Orin di tengah antrean warga, Jum’at (11/9/2026).

Sistem angkut mandiri memaksa warga bolak-balik mengangkut jerigen dan galon terisi penuh ke rumah masing-masing. Terbatasnya debit air serta banyaknya warga yang membutuhkan membuat antrean di kran terminal tak pernah surut.

“Kalau air di rumah habis, ya balik mengantre lagi. Bahkan sampai jam dua dini hari warga masih bertahan di kran terminal ini supaya besok pagi tetap ada air,” tambahnya.

Kondisi sulit yang dialami warga Palaran tersebut memicu reaksi keras dari jajaran DPRD Kota Samarinda. Anggota DPRD Kota Samarinda, Jasno, mendesak Perumdam Tirta Kencana untuk segera mengambil langkah konkret dengan mendistribusikan armada mobil tangki secara merata ke pemukiman warga.

Jasno menilai pola pembagian air darurat yang hanya terpusat di satu titik seperti di Terminal IPA Palaran sangat tidak efektif karena memicu penumpukan massa dan antrean yang memanjang hingga dini hari.

“PDAM harus membantu masyarakat dalam kondisi seperti ini. Daerah-daerah operasional yang masih jalan mestinya dimaksimalkan untuk menyuplai armada mobil tangki langsung ke pemukiman,” ujar Jasno kepada awak media.

Jasno menekankan agar armada tangki air disebar ke titik-titik strategis di setiap kelurahan agar warga tidak perlu menempuh jarak jauh maupun berdesakan di satu lokasi.

“Kami berharap PDAM menyediakan tangki-tangki di setiap kelurahan, paling tidak dipecah per wilayah. Jangan sampai masyarakat berkumpul di satu titik hingga menimbulkan keresahan, mengingat air adalah kebutuhan utama,” tegas Jasno lagi.

Jasno menambahkan, hingga saat ini beberapa titik seperti Kelurahan Simpang Pasir dilaporkan mulai dialiri air secara bertahap sejak Rabu malam. Kendati demikian, ia berjanji akan terus mengawal pemulihan pasokan penuh untuk wilayah terdampak lainnya seperti Rawa Makmur, Handil Bakti, dan Bukuan. (Er/Y)

Bagikan: