Munir dan Impunitas, Koalisi September Hitam Samarinda

Munir dan Impunitas, Koalisi September Hitam Samarinda (7/9/26).Fatih

HARIANRAKYAT.CO, SAMARINDA — Koalisi September Hitam menggelar aksi demonstrasi dan mimbar bebas di kawasan Simpang Empat Lembuswana, Samarinda, Senin (7/9/2026).

Aksi ini digelar untuk memperingati peristiwa pelanggaran HAM berat sekaligus menuntut penuntasan kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalib.

Dalam aksi tersebut, massa aksi menyuarakan tuntutan utama bertajuk “USUT TUNTAS PEMBUNUHAN MUNIR, HENTIKAN IMPUNITAS!!!”. Mereka menegaskan negara hingga hari ini masih membiarkan praktik impunitas dan gagal menyeret aktor intelektual di balik pembunuhan Munir ke meja hijau.

Hingga saat ini, penyelesaian berbagai kasus pelanggaran HAM masa lalu di Indonesia dinilai masih stagnan.

Koalisi September Hitam, Yopin Pratama menegaskan momentum September Hitam harus terus dirawat sebagai pengingat bagi publik dan penanda resistance terhadap lupa.

“Pemerintah harus berani membongkar tuntas siapa saja yang terlibat dalam pembunuhan Munir dan menghentikan segala bentuk perlindungan terhadap pelaku kejahatan HAM. Jangan biarkan impunitas terus dipelihara di negeri ini,” seru massa aksi dalam orasi di lapangan.

Selain kasus Munir, Koalisi September Hitam Samarinda juga menyoroti berbagai catatan pelanggaran HAM lainnya, mulai dari tragedi kemanusiaan masa lalu, hingga perampasan hak-hak masyarakat adat dan perusakan lingkungan.

Aksi yang berlangsung di persimpangan padat lalu lintas tersebut diwarnai dengan pembacaan puisi, orasi politik, serta pembentangan spanduk tuntutan. Kegiatan berjalan secara damai dengan pengawalan dari aparat. (Er/Y)

Bagikan: